Jateng

Di Balik Teguran Kocak ATCS Semarang, 5 Operator Awasi Puluhan Layar Setiap Hari

×

Di Balik Teguran Kocak ATCS Semarang, 5 Operator Awasi Puluhan Layar Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
Di Balik Teguran Kocak ATCS Semarang, 5 Operator Awasi Puluhan Layar Setiap Hari
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan meninjau ATCS lalu lintas Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Belakang ini viral di sosial media melalui akun ATCS @atcskotasmg petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang menegur pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

Bukan menggunakan cara yang tegas dan langsung mengancam penilangan. Cara yang mereka gunakan cenderung humanis dan bisa kita bilang lucu.

Salah satunya ketika ada salah satu pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm, dan dengan santainya membawa joran pancing.

“Mas, naik motor itu pakainya helm, bukan bawa pancing.”

Kalimat itu terdengar jenaka. Namun, teguran seorang petugas melalui pengeras suara traffic light tersebut ternyata bukan sekadar candaan.

Video teguran petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang kepada pengendara motor tanpa helm itu viral di media sosial. Salah satu unggahan melalui akun @atcskotasmg bahkan telah di tonton hingga 5,9 juta kali.

Dalam video tersebut, petugas menegur pengendara yang mengendarai sepeda motor tanpa helm. Uniknya, pengendara itu justru membawa joran pancing.

“Lho malah ketawa, jenengan juga nggak bawa helm, lho. Hayo, ini mau gimana? Pancingnya ditukar helm apa?” ujar petugas dalam video tersebut.

Teguran itu petugas sampaikan dengan gaya santai. Tidak ada ancaman penilangan atau nada membentak.

Admin media sosial ATCS juga mengemas video tersebut dengan penyuntingan ringan. Karakter kucing ikut mereka tampilkan sehingga teguran terhadap pelanggar terasa menghibur.

Namun, di balik konten yang mengundang tawa itu, terdapat aktivitas serius. Lima operator ATCS bekerja dalam satu sif untuk memantau kondisi lalu lintas melalui puluhan layar monitor.

Mereka mengawasi kamera yang terhubung dengan sejumlah persimpangan dan traffic light di Kota Semarang. Ketika menemukan pelanggaran, operator dapat langsung mengaktifkan mikrofon dan menyampaikan teguran melalui pengeras suara.

BACA JUGA: Dewan Pertanyakan Rencana Efisiensi Pemkot Semarang, Herlambang: PAD Cuma 88 Persen, Salah Siapa? 

Operator ATCS Dinas Perhubungan Kota Semarang, Visna, mengatakan pelanggaran kerap terlihat ketika kendaraan berhenti di persimpangan.