SEMARANG, beritajateng.tv – Seiring berkembangnya zaman, seni foto makanan semakin digeluti banyak orang. Bahkan, food photography telah menjadi lapangan pekerjaan yang terbuka bagi siapa saja. Meskipun begitu, eksistensi street food photography belum seperti food photography pada umumnya.
Memang sekilas tampak sama, namun siapa sangka street food photography ini sebenarnya berbeda dari fotografi makanan pada umumnya.
Travel Photographer Marrysa Tunjung Sari menuturkan bahwa street food menjadi angin segar baru dalam dunia fotografi.
Tak hanya membuat sebuah makanan tampak pada frame kamera, tetapi street food photography juga mengajak penonton untuk ikut larut dalam cerita dibalik gambar tersebut.
“Tugasnya fotografer itu tidak lagi mengatur piring seperti di studio, tapi bagaimana mereka membawa cerita dari makanan tersebut sampai pada piring kita. Nah, ini yang membedakan street food photography dengan food photography pada umumnya,” tuturnya saat menjadi pembicara pada talkshow Fotografer Indonesia Xhibition (FIX) 2023 pada Minggu 19 Maret 2023 di The Park Mall, Semarang.
Ia membatasi lingkup street food photography ini kepada pedagang kaki lima yang hanya benar-benar berjualan di jalan saja. Saat ditanya mengenai alasannya, Marrysa mengungkapkan bahwa sejarah dan definisi dari street food ini harus tetap dijaga.
“Kenapa aku membatasi street food photography ini hanya kepada PKL yang jualan di jalan saja itu karena sejarah dari street food itu benar-benar harus aku jaga. Bagiku, makanan-makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima itu kemudian jadi inti dari semua makanan yang kita nikmati di restoran,” ungkapnya.
Street food photography jadi genre fotografi yang menantang. Meskipun terlihat sederhana dan mudah, street food photography ini tak mudah dilakukan.
Jika fotografer umumnya ingin mendapatkan foto yang bagus dengan perlengkapan yang rumit, street food photography hendaknya tidak menekankan pada hal itu.
Sebab, tujuan utama dari street food photography sendiri ialah bagaimana seorang fotografer dapat mengungkap cerita apa yang ada di balik makanan tersebut melalui foto. Mencairkan suasana dengan berbicara langsung kepada penjual makanan menjadi kunci untuk menghidupkan momen dalam gambar.
“Kalau mau terjun ke street food photography, lebih baik kita mengesampingkan keinginan untuk dapetin foto yang bagus. Kenapa? Waktu mau ngambil gambar, kita nggak boleh memecah konsentrasi penjualnya,” jelas Marrysa.
Tak jarang, fotografer yang kerap kali ingin mengabadikan momen dengan membawa kamera dan peralatan lainnya sering membuat penjual street food tidak konsentrasi dan grogi, sehingga gambar yang diambil menjadi tidak natural.
“Momen itu bener-bener buat aku sebagai fotografer harus pinter untuk mengatur suasana dan larut dengan kondisi,” tambahnya.
Manfaatkan Handphone untuk Mengambil Foto
Perempuan yang sekaligus menjadi Redaktur Majalah MATA tersebut menuturkan bahwa dirinya sering memanfaatkan kamera handphone untuk memotret street food. Selain praktis, mengabadikan momen dengan menggunakan handphone ketika pedagang sedang berjualan membantunya dalam mendapatkan momen yang natural.
“Jangan hanya berpikir soal lensa, teknis, dan hal-hal rumit lainnya. Street food photography bukan hanya soal teknis saja,” ungkap Marrysa.
Selama 4 tahun terjun dalam street food photography, ia menyadari bahwa sebuah foto bersifat intrapersonal. Artinya, foto bukan hanya sebuah gambar yang memiliki nilai jual, namun lebih dari itu. Sebuah foto hendaknya dapat bercerita.
Saat menutup talkshow, ia berbagi tips penting bagaimana cara membuat foto dapat bercerita, khususnya street food photography.
“Saat mulai menangkap gambar, jangan menganggap apa yang kita akan foto itu sebagai objek, namun selalu anggap itu sebagai subjek. Sehingga nanti foto yang kita ambil akan dapat bercerita dan terasa hidup,” tutup Marrysa.
Bagi fotografer yang ingin mencoba praktik street food photography secara langsung, panitia Fotografer Indonesia Xhibition (FIX) 2023 mencanangkan agenda hunting street food di Kota Lama setelah Lebaran 2023.
“Nanti bakal ada hunting street food di Kota Lama setelah lebaran, kami akan agendakan,” ujar MC talkshow saat menutup acara. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





