Pendidikan

Taiwan Higher Education Fair Semarang 2026 Buka Peluang Kuliah di Taiwan, 49 Universitas Tawarkan Beasiswa dan Program Internasional

×

Taiwan Higher Education Fair Semarang 2026 Buka Peluang Kuliah di Taiwan, 49 Universitas Tawarkan Beasiswa dan Program Internasional

Sebarkan artikel ini
Taiwan Higher Education Fair Semarang 2026 Buka Peluang Kuliah di Taiwan, 49 Universitas Tawarkan Beasiswa dan Program Internasional
Taiwan Education Fair Semarang 2026 di Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Ketua ICATI Jawa Tengah, Fandi Chandra, mengungkapkan Taiwan Higher Education Fair Indonesia tahun ini menghadirkan 49 universitas dari berbagai wilayah di Taiwan.

Puluhan perguruan tinggi tersebut menawarkan beragam program studi. Mulai dari teknik, teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kesehatan, bisnis, desain, hingga ilmu sosial dan humaniora.

“Kami ingin memberikan akses informasi yang seluas-luasnya kepada pelajar Indonesia. Agar mereka dapat memilih universitas yang sesuai dengan minat dan cita-citanya,” kata Fandi.

Ia menjelaskan, tingginya kualitas pendidikan, biaya kuliah yang relatif terjangkau. Serta banyaknya pilihan beasiswa menjadi alasan utama semakin banyak mahasiswa Indonesia memilih Taiwan sebagai tujuan studi.

Ketua Umum ICATI, Hengky Lau, menyebut hubungan pendidikan antara Indonesia dan Taiwan terus mengalami perkembangan yang signifikan.

Saat ini tercatat lebih dari 24 ribu pelajar Indonesia sedang menempuh pendidikan di Taiwan. Mulai dari jenjang sekolah menengah, diploma, sarjana, magister, hingga doktor.

Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahun, seiring semakin luasnya kerja sama pendidikan antara kedua negara. Serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas perguruan tinggi Taiwan.

Menurut Hengky, Taiwan kini menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa Indonesia. Karena memiliki sistem pendidikan modern, fasilitas riset yang lengkap, serta hubungan erat dengan industri teknologi kelas dunia.

Salah satu kekhawatiran calon mahasiswa ketika akan belajar di luar negeri adalah kendala bahasa. Namun, Hengky memastikan persoalan tersebut kini bukan lagi menjadi hambatan besar.

Banyak universitas di Taiwan telah membuka program internasional menggunakan bahasa Inggris, terutama pada jenjang magister dan doktoral.

Sementara bagi mahasiswa sarjana, pembelajaran bahasa Mandarin justru menjadi nilai tambah. Karena memberikan kompetensi tambahan yang sangat di butuhkan di pasar kerja global.

Kemampuan menguasai dua bahasa internasional menjadi keunggulan tersendiri bagi lulusan Taiwan ketika memasuki dunia profesional.

Selain kualitas pendidikan, Taiwan juga semakin nyaman bagi mahasiswa Indonesia, termasuk yang beragama Islam.