Jateng

Tak Mau Rugi, Ratusan Penjual Daging Sapi di Salatiga ‘Mogok’ Lima Hari

×

Tak Mau Rugi, Ratusan Penjual Daging Sapi di Salatiga ‘Mogok’ Lima Hari

Sebarkan artikel ini
daging Pasar Raya Kota Salatiga
Kondisi los daging Pasar Raya Kota Salatiga yang sepi, setelah para penjual daging sapi memilih tidak berjualan selama lima hari, Senin 22 Juni 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Mulai hari ini, hingga Jumat 26 Juni 2026 mendatang, para penjual daging sapi bakal tidak akan ditemui pembeli di Pasar Raya, Kota Salatiga.

Sebab ratusan penjual daging sapi di pasar tradisional terbesar, di Kota Salatiga tersebut sepakat ‘mogok’ berjualan selama lima hari ke depan.

Mereka mengaku, pemicu utama tindakan tersebut adalah kelangkaan daging sapi, yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Akibatnya para penjual daging sapi ini khawatir daging sapi tidak laku terjual, karena harganya semakin tidak terjangkau oleh masyarakat.

Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Kota Salatiga, Apriyatun (45) mengatakan, kelangkaan daging sapi sebenarnya mulai terasa sejak dua tahun terakhir.

BACA JUGA: Business Matching Kemendag Catat Transaksi Rp2 Triliun, Produk UMKM Salatiga Tembus Australia dan Malaysia

Tepatnya sejak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak. Sehingga para peternak kemudian takut memelihara hewan ternak sapi lebih banyak.

Karena jumlah sapi yang ada di kandang perernak berkurang, dampaknya daging sapi yang sampai ke para penjual daging juga terus mengalami penurunan.

Akibatnya, harga daging sapi di tingkat penjual terus melonjak dan kelangkaan kembali terjadi dalam benerapa pekan terakhir di Pasar Raya Kota Salatiga.

Bahkan saat ini, harga daging sapi di tingkat penjual, di Pasar Raya Kota Salatiga mencapai Rp 140.000 per kilogram dan bagi masyarakat cukup mahal.

Bahkan harga tersebut sudah jauh melampaui harga daging sapi pada momentum hari raya Idul Fitri 2026 lalu. Yang hanya Rp 125.000 per kilogram.

“Terus terang karena harganya tinggi kami takut tidak ada yang membeli,” tegasnya, saat beritajateng.tv konfirmasi di Pasar Raya Kota Salatiga, Senin 22 Juni 2026.

Sejak harga daging sapi melonjak tinggi, lanjutnya, tidak sedikit para pembeli dan pelanggan yang kemudian beralih membeli daging ayam.

Ia juga menyebut, untuk saat ini dampak dari kelangkaan daging sapi tidak hanya dirasakan para penjual. Di tingkat pemasok, ia sebut juga ikut terdampak.