“Korban meninggal paling banyak akibat kebakaran. Ada satu kejadian dengan tiga korban jiwa karena kebakaran terjadi pada malam hari saat korban sedang tertidur,” ungkapnya.
Selain itu, satu korban meninggal dunia juga tercatat akibat bangunan roboh di wilayah Semarang Tengah, serta satu keluarga menjadi korban dalam peristiwa kebakaran di Semarang Timur.
BACA JUGA: Beralih Fungsi, Posyandu di Jateng Kini Juga Tangani Rumah Tak Layak Huni hingga Bidang Pendidikan
Memasuki awal tahun 2026, Endro mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama karena kondisi cuaca ekstrem dan musim hujan masih berlangsung.
Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
“Jika hujan deras disertai angin kencang, masyarakat sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon karena sangat berisiko,” imbaunya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, dan pemancing untuk lebih berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di laut.
BACA JUGA: Bus Trans Jateng Jadi Pendapatan Terbesar Dishub, Koridor Semarang–Bawen Bakal Diremajakan 2027
Informasi cuaca dari BMKG dan Syahbandar harapannya selalu menjadi acuan sebelum melaut.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan aktivitas jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” pungkas Endro. (*)
Editor: Elly Amaliyah





