“Tujuan bone conduction ini adalah safety. Saat berlari, kita tetap bisa mendengar suara lingkungan. Itu penting untuk keamanan,” jelas Andre.
Selain itu, Shokz juga menghadirkan produk khusus olahraga air yang terlengkapi memori internal. Fitur ini memungkinkan pengguna mendengarkan musik saat berenang tanpa koneksi Bluetooth.
Nyaman untuk Daily dan Lifestyle
Tak hanya fokus pada performa, Shokz juga menggarap segmen lifestyle melalui seri OpenFit dan OpenDots. Desain yang ringan dan tidak masuk ke dalam telinga membuat perangkat nyaman pemakaian dalam waktu lama, baik saat bekerja maupun beraktivitas santai.
“Kalau dipakai harian, hampir tidak terasa menempel. Ini yang membedakan dengan earphone yang masuk ke dalam telinga dan sering bikin cepat capek,” tambah Andre.
Salah satu pelari, Tio, mengaku telah menggunakan Shokz untuk berbagai jenis latihan hingga lomba maraton 42 kilometer. Menurutnya, perangkat ini stabil meski digunakan dalam kecepatan tinggi dan gerakan eksplosif.
“Dipakai lari cepat atau maraton tetap aman, enggak geser. Suaranya jernih, baterainya awet. Buat pelari yang latihan sendiri-sendiri, musik sangat membantu mengurangi stres,” ungkapnya.
BACA JUGA: AEON Hadir di DP Mall Semarang, Supermarket Asal Jepang Surga Groceries dan Makanan Segar
Ia juga menilai Shokz tetap nyaman meski dalam pace tinggi dan tidak mengganggu fokus selama berlari.
Erajaya Active Lifestyle optimistis pasar Shokz di Semarang akan tumbuh. Bukan sekadar perangkat audio, Shokz berharap menjadi simbol gaya hidup aktif, aman, dan modern bagi pelari kalcer di Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





