“Tahun 2025, Rumah Sakit Kariadi itu banyak menerima ASN, PNS dan PPPK. Jumlahnya sekitar 200 orang,” ujarnya.
Dengan bertambahnya ASN, kata Vivi, kebutuhan tenaga outsourcing otomatis berkurang. Ia menegaskan kondisi tersebut kerap disalahartikan sebagai PHK.
“Kalau outsourcing itu bukan PHK, karena mereka bukan pegawai Kariadi. Artinya kebutuhan tenaga Kariadi berkurang,” tegasnya.
BACA JUGA: Kejanggalan Tewasnya Iko Juliant Unnes: Mengapa Brimob Bawa ke RS Kariadi Siang Hari?
Vivi mengungkap, jumlah tenaga outsourcing yang terdampak berkurangnya kebutuhan tersebut sekitar 70 orang. “Sekitar 70. Tapi ini bukan PHK ya, karena mereka bukan pegawai Kariadi. Mereka pegawai pihak ketiga,” katanya.
Ia menambahkan, rumah sakit telah memberikan informasi jauh hari kepada tenaga outsourcing terkait kebijakan tersebut. Terkait pesangon, Vivi menegaskan hal itu menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa outsourcing, bukan RSUP Dr. Kariadi.
“Tahun 2025 itu semua tenaga outsourcing sudah mendapat kesempatan satu tahun untuk mencari pekerjaan lain. Kalau soal pesangon, karena outsourcing itu pegawai pihak ketiga, bukan kewenangan Kariadi,” ujar Vivi.
Klarifikasi Paviliun Garuda dan Dugaan Titipan Pejabat
Menjawab tudingan terkait Paviliun Garuda dan dugaan kamar khusus pejabat, Vivi menegaskan tidak ada perlakuan istimewa berdasarkan jabatan.
“Enggak seperti itu. Bukan karena ada titipan pejabat lalu masyarakat umum tidak bisa mengakses. Tidak seperti itu,” tegasnya.
Menurut Vivi, penempatan pasien di Paviliun Garuda sepenuhnya berdasarkan indikasi medis. Terkait President Suite yang menjadi sorotan dalam unggahan media sosial, Vivi menjelaskan bahwa RSUP Dr. Kariadi memiliki dua kamar President Suite. Ia menerangkan, kamar tersebut memiliki fungsi protokoler tertentu.
“Untuk kebutuhan kamar itu sesuai indikasi penyakitnya. Semua bisa ke sana, tidak hanya pejabat. President Suite itu ada dua [kamar]. President Suite itu secara protokoler harus kosong kalau RI 1 atau RI 2 ke Jawa Tengah. Untuk jaga-jaga,” jelasnya.
BACA JUGA: Sejarah Reservoir Siranda, Jejak Perjuangan dr. Kariadi dan Pertempuran Lima Hari Semarang





