SEMARANG, beritajateng.tv – Meski secara administrasi dan lahan telah terpenuhi, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang belum bisa terlaksanakan.
Karena fasilitas air bersih, yang menjadi syarat di lokasi yang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang siapkan, ternyata belum tersedia.
Perihal ini Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, sampaikan yang beritajateng.tv konfirmasi di Kantor Sekda Kabupaten Semarang, Ungaran, Selasa 12 Mei 2026.
Menurut bupati, surat kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah disampaikan, bahkan lokasi yang diusulkan juga telah disurvei.
BACA JUGA: 166 Sekolah Rakyat Beroperasi di 2025, Mensos dan Menteri PANRB Pastikan Program Efektif
Secara administrasi maupun kesiapan lahan, Pemkab Semarang disebut tidak mengalami kendala berarti dalam memenuhi syarat pembangunan Sekolah Rakyat.
Namun, masih ada satu syarat utama yang hingga kini belum terpenuhi, yakni terkait ketersediaan sarana air bersih di kawasan pembangunan.
“Saat ini kami masih terus berkomunikasi dengan tim agar segera ada solusi,” jelasnya.
Bupati berharap pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran bisa segera terealisasikan.
Pemkab Semarang sendiri telah menyiapkan lahan seluas 5,7 hektare untuk mendukung program pendidikan berasrama gratis inisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Program Sekolah Rakyat tersebut bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 2.
BACA JUGA: 14 Sekolah Rakyat Hadir di Jateng, Target Seribu Siswa Setiap Lokasi Mulai 2026
Dengan terealisasinya pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Semarang berharap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dapat semakin terbuka.
“Kami ingin pembangunan bisa segera mulai agar program Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang dapat berjalan dan mendukung program pemerintah pusat,” tandas Bupati Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





