SEMARANG, beritajateng.tv – Polrestabes Semarang mengungkap fakta baru perihal Gilang Ihsan Faruq (22), sopir bus Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan maut di exit Tol Krapyak Semarang.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Syahduddi, menyebut Gilang mengaku baru bekerja sebagai sopir bus Cahaya Trans sekitar satu sampai dua bulan.
Bahkan, kata Syahduddi, Gilang baru mengemudikan bus tersebut sebanyak dua kali. Hal itu Syahduddi ungkap dalam konferensi pers yang berlangsung di Pos Polisi Simpanglima, Kota Semarang, Selasa, 23 Desember 2025 malam.
“Gilang baru bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih selama 1 sampai 2 bulan pengakuannya, yang bersangkutan baru dua kali mengemudikan bis tersebut dan pengakuannya belum memahami karakter jalan yang ada di sekitar TKP,” ujar Syahduddi.
BACA JUGA: Resmi Tersangka, Sopir Bus Cahaya Trans Muncul dan Minta Maaf ke Keluarga Korban Kecelakaan
Gilang yang merupakan sopir cadangan itu pun disebut memasuki jalur Simpang Susun Krapyak dengan kecepatan cukup tinggi. Syahduddi menuturkan, gilang kaget saat menjumpai tikungan tajam di hadapannya.
“Yang bersangkutan adalah supir cadangan, jadi supir utamanya sedang tidur. Tiba-tiba [Gilang] kaget di hadapannya sudah ada tikungan yang mengarah ke kiri, dia melakukan manuver secara mendadak dan mengakibatkan mobil yang mengalami out of control, terbalik, dan terjadi kecelakaan,” sambungnya.
Berdasarkan pengakuan Gilang, ia mengemudikan bus tersebut dari Kilometer 102 di Rest Area daerah Subang Jawa Barat.
“Sampai di TKP berangkat kurang lebih sekitar jam 9.00 malam. Kemudian jam 00.30 mengalami kecelakaan di TKP,” jelas Syahduddi.
Polisi pastikan Gilang tak mengantuk saat mengemudi: Jarak exit tol dan TKP sangat dekat
Gilang merupakan warga asal Bukittinggi, Sumatera Barat, sesuai alamat yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP).
“Yang bersangkutan berdasarkan KTP beralamat di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat,” ungkap Syahduddi.
Sebelum bekerja sebagai sopir bus Cahaya Trans, Gilang diketahui memiliki latar belakang sebagai sopir truk. Ia baru beralih profesi menjadi sopir bus sebelum kecelakaan maut tersebut terjadi.





