Tiba di Semarang, Enam Jenazah Korban Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Magetan Dimakamkan

Plt Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu menenangkan keluarga korban meninggal dunia dalam kecelakaan masuk jurang di Magetan. /Foto: Ellya.

SEMARANG, 5/12 (BeritaJateng.tv) – Enam mobil ambulans pembawa jenazah kecelakaan Magetan datang ke Kantor Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.

Kedatangan mobil tersebut diwarnai Isak tangis keluarga korban yang sudah memadati kantor kelurahan sejak sore hari.

Enam mobil tersebut sampai di Kantor Kelurahan Manyaran sekitar pukul 23.00 WIB lebih. Usai terparkir di halaman kantor kelurahan, penyerahan rombongan jenazah dilaksanakan.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajaran Pemkot Semarang, menerima rombongan jenazah tersebut.

Usai dilakukan doa bersama, sekitar pukul 23.30 WIB enam mobil ambulans bergerak ke rumah duka yang lokasinya tak jauh dari Kantor Kelurahan Manyaran.

Di rumah duka yang terletak di RW 1 dan RW 2 Kelurahan Manyaran, ratusan warga telah menunggu kedatangan rombongan jenazah.

Para relawan dan warga pun memindahkan jenazah ke tempat yang sudah sudah disediakan. Pemandangan tak biasa disaksikan warga dalam prosesi pemindahan jenazah.

Pasalnya enam peti berisi jenazah ditata berdekatan di atas meja yang sudah disediakan warga.

Tangis pun kembali pecah sebelum enam jenazah itu disholatkan oleh sanak suadaranya.

Usai disholatkan jenazah tersebut langsung dimakamkan ke kompleks pemakaman yang ada di wilayah Manyaran.

Prosesi pemakaman enam jenazah itu dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB oleh warga sekitar, Senin (5/12/2022).

Enam jenazah itu merupakan korban meninggal dalam insiden kecelakaan maut di Magetan, Jawa Timur.

Dituturkan Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu yang datang langsung ke rumah duka, musibah tersebut terjadi pada Minggu (4/12) pukul 11.15 WIB.

Kecelakaan terjadi saat warga Kelurahan Manyaran hendak berkunjung ke Lawu Green Forest.

Ada dua bus yang akan menuju ke sana, namun satu bus mengalami rem blong dan masuk ke jurang sedalam 30 meter.

“Bus yang mengalami kecelakaan tersebut ditumpangi 50 orang. Kecelakaan itu mengakibatkan enam warga Manyaran dan pengemudi meninggal. Kini proses pemakaman tengah dilakukan termasuk pengemudi yang dimakamkan di wilayah Kemijen, semua proses pemakaman difasilitasi Pemkot Semarang,” terangnya.

Mbak Ita berujar, selain 7 korban meninggal. 23 warga Manyaran mengalami luka ringan dan 3 lainnya mengalami luka berat.

13 korban luka sudah mendapat perawatan medis di RSUD KMRT Wongso Negoro Kota Semarang.

Esok hari 15 korban yang mengalami luka-luka juga akan dibawa ke RSUD KMRT Wongso Negoro.

“Biaya pengobatan korban luka-luka akan dibiayai Jasaraharja dengan plafon maksimal Rp 20 juta. Namun jika kurang Dinkes Kota Semarang akan menambah melalui BPJS atau UHC,” katanya.

Ia juga mengatakan korban meninggal akan diberi santunan oleh Jasaraharja masing-masing Rp 50 juta.

Dua korban meninggal sudah mendapatkan santunan dan diterima langsung oleh pihak keluarga.

Empat lainya dijelaskan Mbak Ita akan menerima santunan dari Jasaraharja esok hari.

Terkait trauma yang dialami anak-anak dalam insiden maut tersebut, Mbak Ita berujar akan mendatangkan psikolog esok hari.

Psikolog tersebut akan melakukan trauma healing kepada anak-anak yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Pihak Kecamatan Semarang Barat beserta Kelurahan Manyaran juga akan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak.

“Pastinya anak-anak mengalami trauma, hal itu harus ditangani. Karena pemulihan psikologis lebih sulit dibandingkan pemulihan luka fisik,” tambahnya.(Ak/El)

Tinggalkan Balasan