Jateng

Tiga Bakteri Ditemukan dalam MBG SMKN 6 Semarang, 180 SPPG Bakal Diawasi Lebih Ketat

×

Tiga Bakteri Ditemukan dalam MBG SMKN 6 Semarang, 180 SPPG Bakal Diawasi Lebih Ketat

Sebarkan artikel ini
Tiga Bakteri Ditemukan dalam MBG SMKN 6 Semarang, 180 SPPG Bakal Diawasi Lebih Ketat

“Betul. Harapannya pemeriksaan dilakukan setiap hari dari seluruh SPPG. Ada sekitar 180 titik SPPG,” kata Hakam.

Dalam mekanisme yang disiapkan, petugas kesehatan akan mengambil sampel makanan dari SPPG. Puskesmas juga akan terlibat untuk membantu proses pengambilan sampel dan pemeriksaan.

Pemeriksaan dapat mengarah pada jenis makanan tertentu, terutama lauk yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kontaminasi apabila pengolahan dan penyimpanannya tidak sesuai standar.

“Satu item, misalnya lauk yang berkuah, nanti kita periksa E. coli. Kalau positif, kita sampaikan hasil mikrobiologinya positif dan rekomendasinya,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya disampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan terhadap operasional SPPG, termasuk BGN.

Dinas berposisi memberikan hasil pemeriksaan dan rekomendasi. Sementara keputusan mengenai tindakan terhadap SPPG berada pada lembaga yang berwenang.

Bakteri Bisa Tumbuh Saat Makanan Salah Simpan

Hakam menjelaskan keberadaan bakteri pada makanan dapat berkaitan dengan berbagai tahapan dalam proses penyediaan makanan.

Salah satunya adalah pengendalian suhu dan cara penyimpanan makanan. Makanan yang mengandung protein dan tidak tersimpan dalam kondisi yang sesuai dapat menjadi media berkembangnya bakteri.

“Kalau protein tidak mereka tutup, kemudian seharusnya masuk ke lemari es tetapi suhunya tidak sesuai, pertumbuhan bakteri bisa tinggi,” katanya.

Ia juga menyoroti faktor kebersihan penjamah makanan. Staphylococcus, misalnya, merupakan bakteri yang secara alami dapat kita temukan pada kulit manusia.

“Staphylococcus itu sebenarnya ada di banyak tempat, termasuk di lapisan kulit kita. Kalau penjamah makanan tidak menjaga kebersihan, risikonya bisa meningkat,” jelas Hakam.

Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya memeriksa makanan yang sudah jadi. Pemerintah juga perlu memastikan standar kebersihan pekerja, peralatan, tempat pengolahan, suhu penyimpanan, serta waktu distribusi benar-benar dipatuhi.

Kasus SMKN 6 Jadi Alarm Pengawasan MBG

Kasus keracunan di SMKN 6 Semarang sebelumnya menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Temuan tiga bakteri dalam sampel makanan membuat pemerintah perlu melihat persoalan tersebut sebagai evaluasi menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan.