Berdasarkan data yang Pemkab Demak berikan, ada 110 KK yang terdampak rob. Namun penyelesaiannya belum tentu membangun rumah apung.
“Kita pengin cepet eksekusi, yang sudah siap tiga yang kita eksekusi. Kalau 110 itu data yang terdampak rob, penyelesaiannya belum tentu rumah apung,“ jelas dia.
Untuk relokasi hunian, Boedya menyebut opsi itu bisa terwujud jika warga memiliki lahan lainnya di luar daerah terdampak rob.
“Lahan yang kita relokasi milik masyarakat sendiri, yang menghendaki relokasi karena mereka punya lahan sendiri,” papar Boedya.
Boedya sebut Giant Sea Wall jadi solusi utama banjir rob sayung
Dalam kesempatan itu, Boedya pun mengungkap pembangunan tanggul raksasa atau Giant Sea Wall jadi langkah utama sekaligus permanen dalam menyelesaikan rob di Sayung, Demak.
“Langkah utama penanganan permanen sudah ada desainnya, yaitu dinding Giant Sea Wall yang satu paket project dengan Tol Sayung sesi 2, ada kolam retensi juga,” jelasnya.
Kendati begitu, Boedya menyebut pembangunan Giant Sea Wall eksekusinya tak semudah itu.
“Itu dapat mengurangi masalah rob. Masalahnya, proses pembangunan tidak semudah itu, multiyears. Kemarin sudah Pak Gub cek kejelasannya bagaimana, memang di schedule sudah berjalan, sudah ada penataan infrastruktur yang mungkin,” ungkapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





