Tinggal 2 Persen Pengerjaan, Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 Siap Difungsikan

Proses Pengerjaan Jalan Tol Semarang - Demak Seksi 2./Foto: Wisnu Budi.

Demak, 4/11 (BeritaJateng.tv) – Tinggal 2 persen proses pengerjaan proyek jalan tol seksi 2 Semarang -Demak untuk dapat dilewati oleh masyarakat, jalur sepanjang 16,31 kilo meter tersebut rencananya akan dilakukan uji coba kelayakan jalan pada pertengahan November ini.

Hal tersebut dikatakan Humas PT. PP Robby Sumarna saat melakukan pengecekan pekerjaan di gerbang Exit tol Kadilangu Demak.

“Progres pengerjaan tol sudah 98 persen, tinggal 2 persen yang terus kita kebut pengerjaannya seperti pemasangan rambu lalulintas dan bangunan exit tol”, terang Robby.

Humas PT. PP ini mengaku jika sebelum dibuka untuk umum, Jalan tol tersebut nantinya akan dilakukan uji layak fungsi terlebih dahulu, mengingat tahapan tersebut merupakan hal yang paling penting untuk mengetahui kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan tol tersebut.

” Uji layak fungsi memang wajib dilaksanakan sebelum tol dibuka untuk umum, jika nantinya ada kesalahan teknis atau hal lain langsung kita lakukan pembenahan atau perbaikan,” terangnya.

Amblasnya Tiga titik konstruksi sepanjang 200 mater, lanjut Robby sekarang ini sudah dilakukan perbaikan, hal tersebut disebabkan adanya penurunan tanah dan kesalahan teknis design konstruksi.

” Untuk yang amblas sudah kita perbaiki mengingat setiap tahun penurunan tanah di Demak selalu terjadi hingga 10 cm, sedangkan kesalahan design sudah kita ubah dan sekarang ini sudah sesuai,” terang Robby Sumarna.

Sementara itu menurut Kasat Lantas Polres Demak, AKP Gargarin Friyandi, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PT.PP selaku kontraktor pengerjaan tol seksi 2 Semarang- Demak.

Rencananya pada tanggal 25 November 2022 mendatang akan di buka untuk umum meskipun sifatnya fungsional atau sementara, hal ini sengaja dilakukan untuk mengurangi kemacetan panjang yang disebabkan adanya pembangunan jembatan Wonokerto.

” Diberlakukan fungsional jalan tol ini setidaknya sangat besar sekali dampaknya untuk mengurai kemacetan panjang yang setiap hari terjadi akibat dampak proyek pembangunan jembatan Wonokerto,” terangnya.

Meskipun belum seratus persen jadi, lanjut AKP Gargarin Friyandi, sebelum libur nataru (natal dan tahun baru) jembatan Wonokerto sudah bisa dilalui untuk semua jenis kendaraan agar kemacetan tidak lagi terjadi di Pantura Demak, mengingat Jalur utama Pantura Demak merupakan jalur favorit bagi pengendara terutama kendaraan berat.(BW/El)

Leave a Reply