SEMARANG, beritajateng.tv – TMMD Sengkuyung Tahap II yang di selenggarakan Kodim 0733 Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik.
Tak hanya menyasar infrastruktur. TMMD Sengkuyung Tahap II kali ini turut mengimplementasikan program pemerintah pusat.
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, program-program sekarang tidak hanya infrastruktur saja namun noninfrastruktur berupa pemberdayaan masyarakat.
Ada banyak program nasional yang wajib di implementasikan di pemerintah daerah, antata lain. Pengendalian inflasi, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan penanganan stunting. TMMD Sengkuyung tahap II ini pun turun melaksanakan program tersebut.
“Pertama, masalah harga barang-barang pokok, pengendalian inflasi, ketahanan pangan. TMMD juga ada pendampingan urban farming. Pengentasan kemisikinan, ada pelatihan masyarakat agar mandiri dan mampu melakukan kegiatan usaha. ” papar Ita, sapaannya, usai pembukaan TMMD, di Lapangan Merbau, Rabu 12 Juli 2023.
Menurutnya, pemkot tidak mampu sendiri melakukan upaya-upaya tersebut. Kolaborasi dan sinergi ini menjadi upaya yang baik untuk mengurangi persoalan-persoalan tersebut.
“Bagaimana melakukan pendampingan masyarakat, kami berkolaborasi dan sinergi,” ucapnya.
Dandim 0733/Kota Semarang, Letkol Inf Rahmad Saerodin mengatakan, TMMD juga tetap melakukan pembangunan infrastruktur meliputi betonisasi sepanjang 433 meter. Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) 15 unit, dan pembangunan tandon air di Jabungan.
“Hari ini program dimulai. Pada 10 Agustus mendatang selesai. Target satu bulan fisik dan nonfisik selesai,” ucapnya.
TMMD Sengkuyung Tahap II Sinergi Berbagai Pihak
Sementara, lanjut Saerodin, kegiatan nonfisik di laksanakan sinergi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang.
“Banyak kegiatan nonfisik yang kami lakukan dengan OPD. Hampir semua OPD terlibat dalam TMMD,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki menambahkan. DP3A menjadi koordinator dalam pelaksanaan TMMD. Ada sejumlah kegiatan nonfisik yang dilakukan setiap instansi. Di DP3A, ada sosialisasi pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.
“DP3A koordinator fisik maupun nonfisik. Nanti setiap instansi ngisi. Ada GOW, PKK, dan lainnya,” sebutnya.
Dia berharap, kegiatan TMMD ini bisa membuat wilayah semakin bagus baik dari sisi fisik maupun nonfisik. (*)
Editor: Elly Amaliyah





