SEMARANG, beritajateng.tv – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2025 telah terlaksana dalam 1 bulan di Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur.
Adapun hasil TMMD Sengkuyung tahap III 2025 ini meliputi pembangunan fisik dan nonfisik di Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto yang di wakili Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Data Informasi DP3A Kota Semarang, Sunardi mengatakan bahwa dalam TMMD Sengkuyung tahap III, pihaknya juga menggandeng Baznas Kota Semarang untuk melakukan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit.
BACA JUGA: Puncak HAN 2025, Walikota Agustina Canangkan Kota Semarang Sebagai Rumah Anak
“Pembangunan fisik dan nonfisik yang kita lakukan dalam TMMD ini. Dari Baznas juga berikan bantuan rehab RTLH sebanyak 10 unit,” ucapnya.
Hal ini ia sampaikan usai penutupan TMMD Sengkuyung tahap III 2025 di Aula Balaikota Semarang, Kamis, 21 Agustus 2025.
Tidak hanya pembangunan RTLH, terdapat berbagai pembangunan dan peninggian jalan serta pavingisasi di RT 01 RW 06, serta pembangunan satu unit tandon air bersih dari PDAM. Sedangkan kegiatan nonfisik mulai dari pelatihan, sosialisasi, pelayanan kesehatan hingga donor darah.
Semua kegiatan tersebut mendapat dukungan semua OPD di lingkungan Pemkot Semarang, Baznas dan PMI, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sekarang jalannya bagus, penerangannya juga bagus dan di situ ternyata juga ada tempat kuliner ya jadi lebih lebih nyaman. Ini bisa lebih meningkatkan kesejahteraan dan juga masyarakat merasa terbantu sekali dengan adanya TMMD ini,” katanya.
Pemilihan lokasi TMMD, lanjutnya, merupakan usulan dari kelurahan dan kecamatan setempat. Kemudian setelah usulan akan dia rapatkan, lokasi tersebut harus memenuhi syarat untuk bisa maju dalam program TMMD.
Sementara itu, untuk TMMD Sengkuyung tahap IV akan berjalsn pada bulan Oktober di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. “TMMD selanjutnya di kecamatan Genuk bulan Oktober. Ini sudah ditentukan atau diusulkan dari tahun 2024 dan sudah kita lakukan survei lapangan,” katanya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





