Jateng

TMMD Tahap I Tahun 2023 Kota Semarang Ditutup, Jadi Upaya Entaskan Kemiskinan Ekstrem

×

TMMD Tahap I Tahun 2023 Kota Semarang Ditutup, Jadi Upaya Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
TMMD Tahap I Tahun 2023 Kota Semarang
Walikota Semarang Tutup TMMD Tahap I Tahun 2023 Kota Semarang, hal ini jadi Upaya Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa TMMD Tahap I Tahun 2023 Kota Semarang resmi oleh Walikota Semarang pada Kamis, 8 Juni 2023.

Setelah sebulan melaksanakan TMMD Tahap I tahun 2023, banyak pekerjaan fisik dan non fisik yang telah rampung pengerjaannya.

Hal ini di sampaikan oleh Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Ruang Lokakrida lantai 8 Gedung Moh Ihsan Balaikota.

“Terimakasih atas nama pemerintah kota Semarang kepada jajaran keluarga besar Kodim 0733 Kota Semarang. Yang telah menyelesaikan TMMD Tahap I tahun 2023,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Walikota.

Menurutnya, banyak sekali manfaat berlangsungnya TMMD, mulai dari pengerjaan infrastruktur seperti jalan, paving, talud, saluran.

“Selain kegiatan fisik berupa infrastruktur, ada bedah rumah. Ada pula pemberdayaan-pemberdayaan dan pelatihan di kelurahan Wonoplumbon, Mijen, Semarang, ” katanya.

Menurutnya, untuk kegiatan Non fisik, Kodim 0733 Kota Semarang menggandeng OPD terkait seperti Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menggelar sosialisasi dan pencegahan stunting, sosialisasi Jo kawin bocah, dan pendampingan.

Peran serta dinas sangat perlu untuk memberikan beragam materi pelatihan. Seperti yang di lakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

“Secara keseluruhan program TMMD sudah di selesaikan dengan baik, semoga ini bisa menjadi penggerak untuk mengatasi kemiskinan yang ada di Kota Semarang,” kata Mbak Ita.

TMMD Tahap I Tahun 2023 Upaya Tingkatkan Ekonomi

Seperti di ketahui, lanjutnya, kemiskinan menjadi prioritas Presiden RI Joko Widodo. Yakni penuntasan kemiskinan ekstrem.

“Kalau Kota Semarang kemiskinan ekstrim tidak terlalu tinggi, namun kami menargetkan 0 persen kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Untuk itulah ada upaya pemberdayaan masyarakat meliputi urban farming, pembekalan, pendampingan hingga bazar pak Rahman.

“Kegiatan ini semoga bisa jadi salah satu pemicu agar pertumbuhan ekonomi bisa naik. Karena wilayah Mijen ini kan banyak pertanian. Diharapkan dengan adanya pelatihan, pembekalan masyarakat juga bisa menjadi pendongkrak faktor ekonomi yang ada di kota Semarang,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang, Letkol Inf Rahmad Saerodin mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I ini digelar di daerah Wonoyoso, Mijen, Kota Semarang.

“Kehadiran Kodim 0733 Kota Semarang untuk bersinergi dengan pemerintah Kota Semarang. Khususnya bagaimana kami bisa hadir bermanfaat bagi masyarakat sekitar, ” kata Dandim.

Salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dengan cara pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan infrastruktur seperti jalan di Wonoplumbon, serta pavingisasi, RTLH, dan saluran sangat di perlukan untuk peningkatan ekonomi.

“Untuk pembangunan Non Fisik, ada pelatihan kesehatan, pelatihan perikanan, UMKM, kami juga menyisipkan semangat wawasan kebangsaan,” imbuhnya.

“Ada 3 kali TMMD yang di gelar di tahun 2023,
Tahap 1 bulan Mei dan berakhir 8 Juni ini, tahap II dilakukan bulan Agustus dan tahap ketiga sekitar November. Semua saling bersinergi, baik TNI-Polri, Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat untuk mensukseskan TMMD,” jelasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp