Jateng

TNI Bakal Kelola Timbunan Sampah di TPA Jatibarang, Diolah Pakai Teknologi Pirolisis Jadi BBM

×

TNI Bakal Kelola Timbunan Sampah di TPA Jatibarang, Diolah Pakai Teknologi Pirolisis Jadi BBM

Sebarkan artikel ini
PSEL Semarang Selangkah Lagi Dibangun, Veolia Asal Prancis Kandidat Terkuat Investor Pengolah Sampah Jadi Listrik
Tumpukan sampah di TPA Jatibarang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Tahapan tersebut menjadi penting untuk memastikan teknologi yang berjalan mampu mengolah timbunan sampah Jatibarang secara efektif. Pemerintah juga perlu memastikan aspek teknis dan lingkungan terpenuhi sebelum fasilitas beroperasi.

Pemkot Siapkan Lahan 1.000 Meter Persegi

Dalam kerja sama ini, Pemkot Semarang tidak menjadi pelaksana utama pengolahan pirolisis. Pemerintah kota akan menyediakan dukungan berupa lahan dan akses terhadap timbunan sampah lama.

Glory menyebut lahan sekitar 1.000 meter persegi disiapkan untuk kebutuhan pre-treatment pirolisis di kawasan TPA Jatibarang.

“Jadi kami nanti hanya menerima, yang melaksanakan semuanya dari TNI. Tugas kami nanti menyediakan lahan yang untuk pre-treatment pirolisis di TPA Jatibarang,” katanya.

Pemkot juga akan memberikan akses bagi pihak pelaksana untuk mengambil sampah lama yang selama ini menumpuk di area TPA.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban timbunan sampah sekaligus memperpanjang usia layanan TPA Jatibarang.

MOU Antara Wali Kota Semarang dan KSAD

Kolaborasi pengolahan sampah tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam kerja sama antara Pemkot Semarang dan TNI AD.

Penandatanganan kerja sama antara Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar TNI AD pada Jumat lalu, 7 Agustus 2026.

Melalui kerja sama tersebut, personel TNI AD akan ditempatkan di TPA Jatibarang untuk mendukung pelaksanaan proyek pengolahan timbunan sampah menggunakan teknologi pirolisis.

Bagi Pemkot Semarang, proyek ini menjadi salah satu alternatif untuk menghadapi persoalan kapasitas TPA. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kesiapan teknologi, kajian teknis, pengelolaan lingkungan, serta mekanisme operasional yang jelas.

Di sisi lain, pengolahan sampah menjadi BBM juga membuka peluang pemanfaatan kembali timbunan sampah yang selama ini hanya menjadi beban TPA.

Jika proyek berjalan sesuai rencana, TPA Jatibarang tidak hanya menjadi tempat akhir pembuangan sampah. Kawasan tersebut juga dapat menjadi bagian dari sistem pengolahan sampah yang menghasilkan nilai tambah sekaligus mengurangi beban timbunan lama. (*)

Editor: Elly Amaliyah