Jateng

TNI Bakal Kelola Timbunan Sampah di TPA Jatibarang, Diolah Pakai Teknologi Pirolisis Jadi BBM

×

TNI Bakal Kelola Timbunan Sampah di TPA Jatibarang, Diolah Pakai Teknologi Pirolisis Jadi BBM

Sebarkan artikel ini
PSEL Semarang Selangkah Lagi Dibangun, Veolia Asal Prancis Kandidat Terkuat Investor Pengolah Sampah Jadi Listrik
Tumpukan sampah di TPA Jatibarang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang menggandeng TNI Angkatan Darat untuk menangani persoalan timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang. Kolaborasi tersebut mengarah pada pengolahan sampah lama menggunakan teknologi pirolisis.

Hal ini merupakan bagian dari penanganan kondisi darurat sampah sekaligus upaya mengantisipasi kapasitas TPA Jatibarang yang semakin terbatas (over kapasitas). Teknologi pirolisis nantinya mengolah timbunan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang setara dengan solar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar TNI membantu pemerintah daerah menangani persoalan sampah.

“Arahan Presiden bahwa TNI harus ikut berperan membantu kabupaten/kota dalam menangani darurat sampah,” kata Glory, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Glory, TNI AD akan mengoordinasikan pelaksanaan proyek percontohan pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis. Pemerintah kota akan mendukung dari sisi penyediaan lahan dan akses terhadap timbunan sampah.

BACA JUGA: Ada 23 TPA di Jateng Kena Sanksi Kementerian LH, DLHK: Salah Satunya Jatibarang Semarang 

“Pelibatan TNI di sini memang bekerja sama dengan Pemda untuk melanjutkan proyek pirolisis ini. Jadi mulai dari penyiapan lahan sampai nanti bisa operasional,” ujarnya.

Proyek pirolisis tersebut tidak hanya menyasar sampah yang masuk setiap hari. Timbunan sampah lama yang telah menggunung di TPA Jatibarang juga akan menjadi bahan baku pengolahan.

Sampah akan melalui proses pre-treatment sebelum masuk ke sistem pirolisis. Hasil akhirnya menargetkan berupa BBM yang memiliki karakteristik setara solar.

Pelaksanaan teknis pengolahan akan melibatkan pihak ketiga yang TNI AD tunjuk. Namun, proyek tersebut belum langsung masuk tahap konstruksi.

Pemkot dan TNI masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan, termasuk kajian teknis dan penyusunan detailed engineering design (DED).

“Kemudian nanti ada mekanisme kerja sama yang lebih detail lagi terkait dengan pengambilan sampah, lahan, dan lain sebagainya. Setelah itu bisa memulai proyek konstruksi dan seterusnya,” jelas Glory.