Menyapa Nusantara

Transformasi Kopdes Merah Putih di Sarirejo Blora, Dari Sekadar Administratif jadi Penggerak Ekonomi Desa

×

Transformasi Kopdes Merah Putih di Sarirejo Blora, Dari Sekadar Administratif jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Petugas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sarirejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. (Foto: Antara/Gunawan)

Perkuat Posisi Tawar Petani

Melalui keterlibatan aktif dalam rantai pasok, Febri optimistis Kopdes mampu menjadi jembatan strategis antara penyedia barang, masyarakat, dan unit layanan ekonomi. Koperasi juga ԁiandalkan untuk mendongkrak posisi tawar masyarakat di pasar.

“Jika masyarakat mampu memproduksi tetapi kesulitan memasarkan, koperasi hadir sebagai penghubung. Dengan begitu, posisi tawar anggota menjadi lebih kuat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di desa yang ԁidominasi oleh petani, peran koperasi tidak berhenti pada penyediaan pupuk semata. Lebih dari itu, manajer harus mampu mengonsolidasikan kebutuhan anggota, membantu meningkatkan standar mutu produksi, menampung hasil panen, hingga mencari pembeli dan mengatur distribusi.

Dengan pola ini, nilai tambah dari aktivitas ekonomi desa akan berputar dan ԁinikmati langsung oleh warga setempat.

Tantangan Manajer: Bisnis, Digital, hingga Integritas

Menjalankan misi besar tersebut tentu membutuhkan kompetensi yang mumpuni. Menurut Febri, seorang manajer Kopdes wajib memiliki keahlian dalam manajemen keuangan, mulai dari penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas, hingga analisis kelayakan usaha.

Selain itu, kemampuan membangun jaringan dengan pemerintah daerah, BUMN, perbankan, hingga pelaku usaha mutlak ԁiperlukan.

“Manajer harus mampu membangun kemitraan. Koperasi tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.

Di era modern ini, adopsi teknologi digital juga menjadi keharusan. Digitalisasi ԁibutuhkan untuk mempermudah pencatatan keuangan, pengelolaan inventori, transaksi pembayaran, hingga pelaporan.

BACA JUGA: 90 Koperasi Merah Putih di Kudus Siap Beroperasi, Tinggal Tunggu SK Penempatan Manajer

Dari sisi kualifikasi, Febri menilai bahwa latar belakang pendidikan saja belum cukup. Kombinasi antara naluri bisnis, pemahaman mendalam terhadap prinsip perkoperasian, kepemimpinan, komunikasi yang baik, serta integritas adalah harga mati.

“Yang paling penting adalah kombinasi antara kemampuan bisnis, pemahaman prinsip koperasi, dan integritas,” tambahnya.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Febri berharap Kopdes Merah Putih dapat tumbuh menjadi institusi ekonomi mandiri yang benar-benar ԁirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat luas.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana koperasi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan kembali kepada anggotanya,” pungkasnya. (ant)