Trial Game Aspalt 2022 Sirkuit Mijen Semarang Seri Ketiga Perebutkan Juara Umum Supermoto Dikelasnya

Trial Game Aspalt 2022 Sirkuit Mijen Semarang Seri Ketiga. /Foto: Steve Arie.

Semarang, 3/12(BeritaJateng.tv) – Ajang balap Trial Game Aspalt (TGA) 2022 di Sirkuit Mijen Kota Semarang menjadi seri ketiga dan terakhir untuk menentukan juara umum, dari seri sebelumnya yang telah dilaksanakan di Purwokerto dan Boyolali.

Setelah dua tahun vakum karena pandemi, Trial Game Asphalt (TGA) kembali diselenggarakan, pertarungan sengit dan panas dari pebalap top Tanah Air di kelas utama FFA 250, Trial 175 Open dan Trial 175 Junior akan tersaji di Sirkuit Mijen, Semarang pada 2 dan 3 Desember 2022.

Seri ketiga ini selain menentukan peraih gelar juara umum dari berbagai kelas yang dipertandingkan, juga dimeriahkan oleh berbagai komunitas Supermoto Semarang dan ada pula kelas FFA 450 Master.

Jim Sudaryanto, selaku COC atau Pimpinan perlombaan Trial Game Aspalt mengatakan bahwa pada seri ketiga terkahir di Sirkuit Mijen Kota Semarang ini bakalan terlihat sengit dan menegangkan, pasalnya 73 rider propesional hingga junior dikelas masing-masing akan memperebutkan poin untuk meraih Juara Umum.

“Untuk Trial Game Aspalt seri ketiga dan final di Sirkuit Mijen Semarang ini, kita senggelarakan ada tiga kelas yakni, Kelas FFA 250, Trail 175 Junior dan 175 Open. Kemudian ada tujuh kelas pendukung lainya seperti FFA 450 hingga peserta dari komunitas Supermoto juga masuk memeriahkan ajang race Sabtu besok 3 Desember 2022,” tuturnya.

Lanjutnya, Untuk rangkaian kegiatan awalnya untuk hari ini kita senggelarakan Free Practice hingga sore, dan malam hari kita ambil catatan waktu atau QTT untuk semua peserta Trial Game Aspalt. Mereka akan menentukan posisi start besok Sabtu 3 Desember 2022.

“Jadi hari ini hingga malam belum ada race, hanya latihan bebas dan QTT untuk mencari urutan start, dan besok siang baru kita mulai untuk racenya dari moto 1 dan malam moto 2,” ucapnya.

Trial Game Aspalt 2022 ini diikuti peserta secara Nasional karena even ini setingkat dengan kejuaraan Nasional, sehingga peserta memang dari berbagai daerah di wilayah Indonesia. Jumlah starter ada 85 dari 10 kelas yang diselenggarakan, dan diikuti dari kota Semarang, Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Boyolali, atau pembalap-pembalap di pulau jawa.

“Untuk Sirkuit Mijen Semarang ini standartnya sudah sama dengan seri sebelumnya di Purwokerto dan Boyolali. Memang dalam kondisi hujan seperti tadi kita memutuskan untuk Wet Race atau track basah, karena kondisi aspal memang basah. Namun Sirkuit Mijen Semarang ini tidak mempengaruhi race, karena peserta juga memiliki treatment khusus untuk ban pastinya akan digantikan dengan khusus basah. Tadi juga dapat dilihat dengan kondisi gerimis hampir mendekati hujan peserta masih bisa latihan dengan kecepatan yang sangat tinggi dan dari pengawasan kami tidak ada accident jatuh terpleset atau lainya, dipastikan race sirkuit sangat aman untuk semua pembalap karena standart sirkuit sudah bagus,” terangnya.

Sementara itu, Jeany Harmono pembalap wanita dari Team JHOO MOMO JPX GORDON yang ikut dalam ajang Trial Game Aspalt 2022 ini mengatakan dirinya telah mempersiapkan jauh hari dari seri sebelumnya untuk bertanding di final atau seri ketiga terakhir untuk dapat naik podium.

Dirinya mengaku sangat berat bersaing dengan pembalap profesional laki-laki lainya, namun dengan teknik yang ia miliki selama menjadi pembalap sejak mengikuti roadrace tahun 1995 hingga 2008 tidak menggetarkan dirinya untuk dapat melaju di Sirkuit Mijen Semarang pada seri terakhir Trial Game Aspalt 2022.

“Saya bisa terjun ikut di Supermoto ini karena kebetulan ayah juga pembalap di Supermoto, dari semangat beliau akhirnya saya terjun pula untuk mengikuti ajang Supermoto Trial Game Aspalt ini sejak 2011,” katanya.

Menurutnya untuk berlaga di Sirkuit Mijen Semarang tidak ada kendala yang signifikan, pasalnya dirinya telah empat kali mengaspal dalam sirkuit tersebut. Meskipun hujan ataupun tidak dirinya sudah dapat menguasai sedikit banyak track Sirkuit Mijen Semarang ini.

“Jika memang pada saat race besok hujan kita sudah dioersiapkan menggunakan ban basah jadi tidak kawatir, namun memang dalam kondisi basah harus bisa mengatur RPM yang sesuai agar tidak terjadi slip atau over, tentunya semua pembalap akan menjaga hal ini agar mereka tetap berada di track dan dapat finish dengan sempurna tanpa accident,” tambahnya. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan