Pemerintah Perlu Dorong Literasi Digital Bagi Pelaku UMKM

Para narasumber Sosialisasi Non Perda "Optimalisasi UMKM di Era Digital". Acara digelar di Balai Dukuh Nanggulan, Kelurahan Kutawinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. (ardhi/beritajateng.tv)

SALATIGA, 4/12 (beritajateng.tv) – Era digital memberi kemudahan bagi pemberdayaan ekonomi. Hanya saja masyarakat perlu dilatih memanfaatkan kecanggihan teknologi tak hanya untuk sarana eksistensi diri. Sebab, media sosial bisa digunakan sebagai sarana pemasaran produk secara online.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto yang hadir secara virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Optimalisasi UMKM di Era Digital”. Acara digelar di Balai Dukuh Nanggulan, Kelurahan Kutawinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Rabu (30/11/2022).

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Optimalisasi UMKM di Era Digital”. (ardhi/beritajateng.tv)

Dia menambahkan, saat ini hampir semua orang memiliki ponsel. Sarana tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk belajar dan menjalankan usaha. Hanya dengan sekali klik, pengguna ponsel bisa mengakses segala macam informasi. Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta pemerintah memberikan lebih banyak akses internet ke masyarakat termasuk menambah jumlah desa digital.

“Pemerintah juga perlu mendorong literasi dunia digital agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif melek digital. Para pelaku perlu dilatih memasarkan dan bertransaksi dengan dunia digital,” ujarnya.

Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng Bagus Suryokusumo mengatakan sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah melek digital. Hal tersebut dapat dilihat dari sebagian besar warga yang telah memiliki ponsel. Hanya saja, pemanfaatan media sosial masih sebatas untuk berinteraksi dan aktualisasi diri. Padahal saat ini hampir seluruh medsos memiliki fitur untuk jual beli. Fitur ini bisa dijadikan etalase untuk memasarkan produk-produk UMKM.

“Digitalisasi ini memang susah susah gampang. Tidak semua orang bisa bermain di pemasaran online. Tapi sebenarnya jika ada kemauan, semua bisa dipelajari,” ujarnya dalam acara yang dimoderatori Nurkholis tersebut.

Karenanya dia mengajak peserta sosialisasi untuk mengubah pemanfaatan media sosialnya. “Manfaatkan untuk hal-hal yang produktif agar mendapatkan manfaat ekonomi. Apalagi banyak orang yang mencari referensi di media sosial dan ketergantungan akan gadget cukup tinggi, kita bangun tidur pun yang dicari ponselnya dulu,” paparnya.

Menurut dia, media sosial merupakan alat untuk berinteraksi dan sosialisasi. Karena itu dia meminta media sosial dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa menjangkau target pasar yang lebih luas.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Salatiga, Novia Praptiningsih mengatakan di Kecamatan Tingkir banyak sekali UMKM. Sebagian diantaranya sudah menerapkan digitalisasi dengan berjualan secara online. Dia mencontohkan UMKM produk abon yang pemasarannya melalui Facebook dan Instagram.

“Bisnis di zaman sekarang tak perlu punya toko atau lapak. Cukup bermodal ponsel dan membuat lapak online atau menggunakan aplikasi. Jika cara promosinya tepat, saya yakin akan laku keras,” ujarnya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Tinggalkan Balasan