Jateng

Tuntaskan Angka Pengangguran Hingga Tingkatkan Skill Pekerja, Disnakertrans Jateng Siapkan 500 Balai Latihan Kerja

×

Tuntaskan Angka Pengangguran Hingga Tingkatkan Skill Pekerja, Disnakertrans Jateng Siapkan 500 Balai Latihan Kerja

Sebarkan artikel ini
BLK Komunitas
Ilustrasi tenaga kerja. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Terus tuntaskan tingkat pengangguran terbuka, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) gagas sekitar 500 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Kehadiran BLK Komunitas ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi para tenaga kerja.

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz mengungkapkan, kehadiran BLK Komunitas ini penting untuk mengasah keterampilan dan kompetensi tenaga kerja.

Menurutnya, salah satu tantangan di dunia industri yakni tenaga kerja harus memahami budaya kerja dan memiliki etos kerja yang tinggi. Melalui 500 BLK Komunitas itu, ia berharap pekerja di Jateng dapat bersaing dengan mengandalkan kompetensinya.

“Para pencari kerja harus bisa meng-upgrade diri. Bahkan di Jateng ini, hampir ada 500 BLK Komunitas. Adanya BLK di provinsi, pusat, maupun kabupaten/kota sangat membantu mengasah kompetensi tenaga kerja,” ujarnya saat dihubungi beritajateng.tv melalui WhatsApp, Minggu, 6 Agustus 2023.

BACA JUGA: ATM Permudah Pencari Kerja di Kota Semarang

Aziz mengklaim, daya serap tenaga kerja di Jateng meningkat pascapandemi. Peningkatan tersebut sayangnya terdapat berbagai macam kendala.

Salah satunya yakni pencari kerja belum banyak memahami kondisi lapangan. Hal ini tentu harus mendapat dukungan pengembangan kompetensi bagi para pencari kerja.

Aziz pun berharap, kelak sebanyak 500 BLK Komunitas itu mampu menampung tenaga kerja di Jateng sebagai media pembelajaran. Tidak hanya berkaitan dengan keterampilan, tapi juga attitude ataupun etika yang harus terterapkan di dunia kerja.

BACA JUGA: UMK Semarang Naik Berapa? Ini Penjelasan Kadisnaker

“BLK ini bermanfaat untuk menambah keterampilan (tenaga kerja) perusahaan. Maka harus berjalan antara soft skill dan hard skill,” sambungnya.

Selanjutnya, Disnakertrans Jateng juga mendorong para tenaga kerja dan perusahaan untuk lebih adaptif. Hal ini agar mereka mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.

“Kita harus adaptif terhadap kebutuhan investasi terkait ketenagakerjaan. Supaya tidak ada perusahaan ketika sudah operasional kesusahan mencari tenaga kerja,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp