BLORA, beritajateng.tv – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sambongrejo Bersatu melakukan aksi penutupan jalan di Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Selasa, 31 Maret 2026. Aksi ini dipicu kerusakan jalan desa yang diduga akibat aktivitas kendaraan proyek.
Pantauan di lokasi, warga menutup akses jalan dengan menanam pohon pisang dan memasang portal bambu sebagai bentuk protes. Mereka menilai truk molen milik PT. Mitra Wardhana yang mengerjakan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Japah-Tunjungan menjadi penyebab kerusakan jalan.
Koordinator aksi, Keluk Peristawahan, menegaskan warga sebenarnya mendukung pembangunan infrastruktur. Namun, pihaknya menuntut tanggung jawab kontraktor atas kerusakan jalan desa.
BACA JUGA: Siswa SRMA 18 Blora Balik ke Asrama, Sekolah Siapkan Pembelajaran Tambahan
“Kami mendukung pembangunan, tapi kami menagih janji PT. Mitra Wardhana untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat aktivitas kendaraan berat mereka,” ujarnya.
Aksi tersebut mendapat pengawalan dari jajaran Polres Blora. Tak lama kemudian, Plt. Kepala Dinas PUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, datang ke lokasi untuk berdialog dengan warga.
Dalam mediasi, beroleh kesepakatan bahwa perbaikan jalan akan segera terkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek IJD. Sebagai langkah awal, pemerintah akan melakukan perbaikan sementara dengan penggrosokan batu.
“Kerusakan ini akan kami koordinasikan dengan PPK untuk segera ditangani. Sementara dilakukan perbaikan darurat dengan batu,” jelas Nidzamudin.
Setelah mendapat kepastian tersebut, warga akhirnya membuka kembali akses jalan dan membongkar portal. Namun, mereka memberi tenggat waktu satu minggu agar perbaikan segera terealisasi.
Lebih lanjut, Polres Blora memastikan situasi telah kembali kondusif. “Sekitar pukul 13.50 WIB warga membubarkan diri dengan tertib. Akses jalan sudah normal dan situasi aman,” kata Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





