Jateng

Turis Bali Merosot, Jateng Andalkan Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Tamu Domestik hingga Timur Tengah

×

Turis Bali Merosot, Jateng Andalkan Wisata Ramah Muslim untuk Gaet Tamu Domestik hingga Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Wisata Ramah Muslim
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menghadiri Pembukaan Musrenbang Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 6 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, melihat peluang bagi Jawa Tengah untuk mengembangkan sektor pariwisata di tengah menurunnya kunjungan wisatawan domestik ke Bali.

Salah satu strategi yang disiapkan yakni penguatan pariwisata berkelanjutan dan pengembangan wisata ramah muslim untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bali, I Wayan Koster, membenarkan jumlah wisatawan domestik (wisdom) ke Bali mengalami penurunan. Pada 2024, kunjungan wisdom ke Bali mencapai 10,1 juta orang, sementara hingga 26 Desember 2025 jumlahnya tercatat 9,2 juta orang.

Menanggapi kondisi tersebut, Gus Yasin menegaskan Jawa Tengah tidak semata-mata ingin mengambil alih pasar wisata, melainkan turut mendorong perbaikan ekosistem pariwisata secara menyeluruh di Indonesia, termasuk soal kebersihan dan penataan lingkungan. Hal itu Gus Yasin ungkap usai menghadiri Pembukaan Masa Musrenbang Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 6 Februari 2026.

BACA JUGA: BPS: Hotel Semarang Ramai Akhir Tahun, Wisatawan Pilih Menginap Singkat

“Ya tentu bukan hanya mengambil ya, kita berbicara tidak hanya Jawa Tengah, tapi tentang Indonesia. Kemarin disampaikan oleh Bapak Presiden termasuk soal lingkungan, masa sih wisatawan dari dalam negeri maupun dari luar negeri itu didatangkan ke Indonesia, ada di Jawa Tengah, hanya melihat sampah yang berserakan, lingkungan yang enggak tertib?” ujar Gus Yasin.

Menurutnya, upaya membangun pariwisata harus dimulai dari pembenahan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen.

“Ini kita bersama-sama semua stakeholder, ada pemerintah, ada TNI, Polri, anak-anak sekolah, untuk bersama-sama membersihkan lingkungan kita, sampah kita,” kata dia.

Peluang Wisata Ramah Muslim di Jawa Tengah

Gus Yasin menyebut, selain pembenahan lingkungan, Jawa Tengah juga membaca peluang dari karakter wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah, yang cenderung memilih destinasi ramah muslim.