Gaya Hidup

Turunkan Berat Badan hingga Make-Up Plontos, Perjuangan Mawar de Jongh Dalami Peran di Film Sampai Titik Terakhirmu

×

Turunkan Berat Badan hingga Make-Up Plontos, Perjuangan Mawar de Jongh Dalami Peran di Film Sampai Titik Terakhirmu

Sebarkan artikel ini
Turunkan Berat Badan hingga Make-Up Plontos, Perjuangan Mawar de Jongh Dalami Peran di Film Sampai Titik Terakhirmu
Roadshow film Sampai Titik Terakhirmu di XXI DP mall Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mawar de Jongh membagikan pengalaman pribadi yang jarang diketahui publik saat memerankan tokoh Shella dalam film Sampai Titik Terakhirmu.

Dalam sesi konferensi pers usai penayangan film di Semarang, ia menceritakan bagaimana proses transformasi fisik dan emosional yang harus ia jalani untuk mendalami karakter tersebut.

Mawar mengungkapkan bahwa tuntutan peran mengharuskannya menurunkan berat badan sekitar enam hingga tujuh kilogram dalam kurun dua bulan.

Ia menjalani program diet terukur serta sesi latihan rutin demi mencapai kondisi tubuh yang sesuai kebutuhan cerita.

“Aku di dampingi dokter gizi, jadi semua prosesnya aman dan terkontrol. Pola makan kita atur, porsi kita sesuaikan, dan olahraga tetap jalan,” ujarnya.

Perubahan fisik bukan satu-satunya tantangan. Mawar juga menjalani rangkaian uji coba riasan untuk menciptakan efek kepala plontos yang terlihat natural.

Setiap kali syuting, ia memerlukan waktu hampir tiga jam untuk proses make-up khusus tersebut. “Ada beberapa kali trial supaya bentuknya pas dan terlihat nyata,” tuturnya.

Sampai Titik Terakhirmu merupakan film drama biografi dengan sutradara Dinna Jasanti dan produksi LYTO Pictures. Film ini mulai tayang di bioskop pada Kamis, 13 November 2025.

BACA JUGA: Film Penuh Emosi, Begini Review Film Bioskop Sampai Titik Terakhirmu

Ceritanya berasal dari adaptasi kisah nyata pasangan Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah, yang Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh perankan.

Sejumlah aktor turut menghidupkan film ini, antara lain Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, Tika Panggabean, TJ Ruth, dan Onadio Leonardo.

Film ini mengikuti perjalanan cinta Albi dan Shella yang bermula dari mimpi dan perjuangan panjang.

Hubungan mereka di uji ketika Shella di vonis menderita kanker ovarium. Meski berada dalam situasi berat, keduanya tetap melangkah bersama hingga akhirnya menikah. Shella wafat pada 29 Agustus 2024 setelah berjuang melawan penyakitnya sejak 2021.

Bagi Mawar, membawa kisah tersebut ke layar lebar bukan hanya soal memerankan tokoh, tetapi juga menghormati perjalanan hidup seseorang yang pernah berjuang hingga titik terakhir. “Shella adalah sosok yang kuat. Aku ingin menampilkan itu dengan tulus,” katanya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran