Jateng

UMKM Craft di Kabupaten Semarang Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global

×

UMKM Craft di Kabupaten Semarang Bertahan di Tengah Ketidakpastian Global

Sebarkan artikel ini
Para pekerja Java Kriya Craft yang berlokasi di Dusun Glendang, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Para pekerja Java Kriya Craft yang berlokasi di Dusun Glendang, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv — Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, pelaku UMKM di Kabupaten Semarang tetap menunjukkan daya tahan dan semangat untuk bertahan.

Salah satunya ditunjukkan oleh Vitri Damayanti (49), pengelola usaha kerajinan Java Kriya Craft yang berlokasi di Dusun Glendang, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang.

Vitri menuturkan, usaha yang di rintis sejak 2015 tersebut sempat mengalami pasang surut akibat kondisi ekonomi global. Produk yang dihasilkan berupa souvenir khas suku Aborigin, seperti bumerang hias dan didgeridoo, dengan pasar utama Australia.

Dampak terberat terasa saat pandemi COVID-19 pada 2020.

“Usaha saya sempat mati suri. Produk hanya menumpuk di gudang dan tidak bisa terjual,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

BACA JUGA: Hidupkan Ramadan, Masjid Al-Muhajirin Semarang Gelar Lapak Ngabuburit UMKM-Fasilitas Itikaf Musafir

Ia menjelaskan, pandemi yang memukul sektor pariwisata di Australia turut berdampak pada usahanya. Padahal, sebelum pandemi, Java Kriya Craft mampu memberdayakan lebih dari 200 tenaga kerja.

Setelah pandemi mereda, usaha mulai bangkit meskipun pasar belum sepenuhnya pulih. Beberapa pembeli lama masih melakukan pemesanan, namun volumenya jauh menurun daripada sebelumnya yang bisa mencapai satu hingga dua kontainer per bulan.

Dari pengalaman tersebut, Vitri mulai melakukan diversifikasi pasar dengan menjajaki negara lain seperti Singapura dan Sri Lanka, agar tidak bergantung pada satu pasar utama.

Selain itu, ia juga memanfaatkan ajang INACRAFT untuk membuka peluang pasar baru, termasuk ke Jepang.

BACA JUGA: Imlek Vaganza 2026 Semarang Semarak, UMKM dan Budaya Bersatu di Sam Poo Kong

Vitri berharap langkah tersebut dapat mengembalikan kondisi usahanya seperti sebelum pandemi, sekaligus membuka kembali lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Sekarang tenaga produksi tinggal 15 hingga 20 orang. Mudah-mudahan kalau pasar luar negeri kembali tumbuh, kami bisa memberdayakan lebih banyak tenaga kerja,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp