Jateng

Hidupkan Ramadan, Masjid Al-Muhajirin Semarang Gelar Lapak Ngabuburit UMKM-Fasilitas Itikaf Musafir

×

Hidupkan Ramadan, Masjid Al-Muhajirin Semarang Gelar Lapak Ngabuburit UMKM-Fasilitas Itikaf Musafir

Sebarkan artikel ini
Masjid Al-Muhajirin
Suasana halaman Masjid Al-Muhajirin Semarang yang dipenuhi pedagang takjil. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ramadan di Masjid Al-Muhajirin Palebon, Kota Semarang, tidak hanya diwarnai kegiatan ibadah. Halaman masjid ini juga menjelma ruang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan momen ngabuburit untuk berjualan takjil.

Setiap sore selepas salat Asar, puluhan pedagang mulai memenuhi area halaman masjid. Aneka menu berbuka seperti minuman segar, kolak, gorengan, hingga makanan khas Ramadan dijajakan kepada warga yang datang menunggu waktu berbuka.

Ketua Takmir Masjid Al-Muhajirin, Susilo, mengatakan bazar UMKM tersebut telah menjadi tradisi yang rutin berjalan setiap Ramadan.

BACA JUGA: Sema’an Al-Qur’an Masjid Kauman Semarang Jadi Ruang Hijrah Jamaah

“Bazar UMKM ini sudah beberapa tahun, jadi bukan yang pertama. Setiap Ramadan itu kami menyebutnya lapak ngabuburit dan peminatnya cukup banyak,” ujar Susilo

Menurutnya, keberadaan masjid seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas umat, termasuk kegiatan ekonomi.

“Setelah orang itu salat berjamaah di masjid, ekonominya juga harus kita tingkatkan agar mereka merasa nyaman. Saya ingin apa pun masalahnya, masjid bisa menjadi solusi,” paparnya.

Buka Puasa Gratis untuk Jamaah dan Pedagang di Masjid Al-Muhajirin Semarang

Selain menghadirkan bazar UMKM, pengurus Masjid Al-Muhajirin juga rutin menyediakan menu berbuka puasa bagi masyarakat. Setiap hari sekitar 150 porsi takjil disiapkan untuk jamaah yang berbuka di masjid.

Tak hanya itu, sebagian porsi juga dibagikan kepada para pedagang yang berjualan di sekitar area masjid.

“Khusus hari Minggu, kami menyiapkan porsi lebih banyak sekitar 300 porsi. Kegiatan lainnya selama Ramadan ada salat tarawih berjamaah, habis Subuh ngaji bareng, dan berbagai kajian,” jelasnya.

BACA JUGA: Beda Rakaat Bukan Penghalang, Muhammadiyah dan NU Tarawih Bareng di Masjid Sekayu Semarang

Masjid yang beralamat di Jalan Kauman Raya Nomor 10, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan ini sebenarnya juga buka 24 jam. Di lantai dua tersedia ruang khusus bagi musafir yang ingin beristirahat.