“Terima kasih atas kepedulian semuanya. Dana ini akan kita salurkan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya.
Dalam peringatan Hari Desa tersebut, Arief juga menyampaikan apresiasi kepada kepala desa dan perangkat desa atas dedikasi mereka dalam membangun desa.
“Atas nama Pemkab Blora, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras seluruh kepala desa dan perangkat desa,” ucapnya.
Arief turut berpesan agar desa-desa di Blora mendukung dan menyukseskan program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program ketahanan pangan.
Menurutnya, ke depan perlu ada sinkronisasi agar Koperasi Desa Merah Putih dapat menyuplai bahan baku untuk program MBG. Termasuk pelibatan PKK desa dalam penyediaan sayur-mayur, serta pengelolaan sampah MBG melalui TPS 3R.
Selain itu, Pemkab Blora berkomitmen mendorong pengembangan pertanian organik. Arief meminta desa-desa menyiapkan lahan bengkok sekitar satu hektare sebagai percontohan pertanian organik.
“Kami ingin Blora menjadi kabupaten yang ramah lingkungan dan berbasis pertanian organik. Ini butuh dukungan seluruh kepala desa,” jelasnya.
BACA JUGA: Klaim Lahan Pribadi, Warga di Blora Pasang Pondasi di Tengah Jalan Desa
Arief juga menyampaikan bahwa Pemkab Blora kembali melanjutkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada 2026 bekerja sama dengan UNNES. Program tersebut akan buka untuk 250 kepala desa atau perangkat desa, dengan subsidi beasiswa sebesar 30 persen dari Pemkab.
Rangkaian Kenduri Desa ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng oleh Dirjen dan Bupati Blora, penggalangan dana bencana, serta pemberian apresiasi kepada desa-desa mandiri di Kabupaten Blora. (*)
Editor: Farah Nazila





