Di Mako, papar Danang, tradisi korp berlangsung dengan khidmat. Ada penyematan tanda pangkat, prosesi mencium bendera merah putih, dan penyiraman air suci.
“Penyiraman air suci, berasal dari tiga sumber air, yakni dari air zam zam, air sendang drajat Gunung Lawu yang kami ambil sendiri. Kita yakini air itu bertuah untuk memotivasi mereka. Dan ketiga air dari sumber sumur ki Ageng Pandanaran, yang merupakan pendiri Kota Semarang,” jelas dia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





