Gaya Hidup

Unik! Ternyata Begini Asal Usul Lebaran Ketupat hingga Jadi Tradisi di Indonesia

×

Unik! Ternyata Begini Asal Usul Lebaran Ketupat hingga Jadi Tradisi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
kapan lebaran ketupat | Tradisi Lebaran Ketupat
Ilustrasi Lebaran Ketupat. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Lebaran ketupat merupakan momentum dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri yang ketujuh.

Namun kalian tahu tidak asal usul mengapa terkenal dengan istilah tersebut? yuk simak informasi lengkapnya berikut ini bagaimana asal usulnya.

Asal Usul Lebaran Ketupat

Salah satu seorang sejarawan Indonesia yakni Agus Sunyoto (2016) mengatakan bahwa lebaran ketupat merupakan salah satu tradisi unik yang ada di Indonesia.

Istilah ini ternyata ada sangkut pautnya loh dengan salah satu hadits yakni,

BACA JUGA: Masuki Libur Lebaran, Jasa Cuci Mobil di Blora Ramai Pelanggan, Tiap Hari Antre Puluhan

“man shoma ramadhana tsumma atba’ahu syi’ta minsyawwalin fakaana shama kasiyaamidahron” (Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti telah berpuasa selama setahun penuh) -HR Muslim.

Orang yang menjalani puasa dengan cara seperti itu disebut kaffah atau kafatan, yang berarti sempurna.

Di Indonesia, istilah ini dikenal sebagai kupat (ketupat) atau kupatan, yang menandakan kesempurnaan.

Oleh karena itu, setelah puasa Syawal, terdapat hari raya ketupat yang melambangkan hari raya yang sempurna.

Selanjutnya, H.J. de Graaf dalam Malay Annals mencatat bahwa ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa Kerajaan Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah pada abad ke-15.

Pembungkusan ketupat dengan janur melambangkan identitas masyarakat pesisir yang banyak memiliki pohon kelapa atau nyiur.

BACA JUGA: Arus Balik Lebaran 2025, Stasiun Cepu Blora Layani Dua Ribu Penumpang Tiap Hari

Masyarakat pesisir yang identik dengan makanan khas yang terbungkus janur ini kemudian Sunan Kalijaga gunakan sebagai alat dakwah untuk menyebarkan Islam.

Ketupat pun semakin terkenal di kalangan umat Islam setelah Sunan Kalijaga menjadikannya simbol dalam perayaan lebaran ketupat. Perayaan tersebut yakni pada tanggal 8 Syawal, seminggu setelah Idul Fitri, serta setelah enam hari berpuasa Syawal.

Tradisi menyajikan ketupat berlanjut pada masa kerajaan Islam, khususnya pada masa Kerajaan Demak dan Mataram Islam.