SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan kembali kawasan pariwisata Maerokoco dan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) di Kota Semarang.
Salah satu upayanya adalah dengan menggelar evant Jateng Fun Run 8,1K yang diikuti oleh sekitar 500 orang pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini dalam rangka rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Acara itu dilepas langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi.
Para peserta menempuh rute sekitar 8,1 kilometer. Dari kawasan PRPP, mereka masuk dan melintasi area Maerokoco sekitar dua kilometer, kemudian menuju depan Kampus Binus dan kawasan Mall 23 sebelum kembali ke PRPP.
BACA JUGA: DPRD Jateng Minta PRPP Gandeng Investor, Evaluasi Revitalisasi-Tata Kelola Pengunjung
Setelah menyelesaikan lari, peserta mengikuti senam bersama dan pembagian berbagai hadiah.
Kegiatan kemudian berlanjut di halaman PRPP dengan beragam aktivitas komunitas, mulai lomba tradisional, mewarnai dan mural, hingga penampilan pelajar serta komunitas tari dari kabupaten dan Kota Semarang.
Pada sore hari, kawasan tersebut kembali hidup melalui ruang ekspresi budaya yang memadukan seni tradisional dan hiburan. Kesenian Saleho dan Abah Lala terjadwalkan tampil sebelum malam puncak berakhir dengan konser Harmony of Java 2026 bersama KLa Project, GME, dan Pertelon Koplo.
Sumarno mengatakan, pemilihan PRPP dan Maerokoco sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Pemprov Jateng ingin kembali mengenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat, sekaligus menyiapkan revitalisasi Maerokoco agar kembali menjadi ruang rekreasi yang menarik.
“Kita ingin menghidupkan lagi kawasan PRPP dan Maerokoco. Nanti Maerokoco juga akan direvitalisasi. Jadi mohon teman-teman bisa mempromosikan, karena Maerokoco adalah miniaturnya Jawa Tengah,” kata Sumarno.
BACA JUGA: Hadir di PRPP Semarang, Big Bad Wolf Books 2022 Pamerkan 2,5 Juta Buku
Menurutnya, semangat menghidupkan kawasan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81, yaitu “Jawa Tengah Wolong Puluh Siji, Gumregut Nyawiji”. Semangat itu, kata dia, tidak hanya terwujudkan melalui pembangunan, tetapi juga dengan mempertemukan masyarakat dalam kegiatan yang sehat dan menyenangkan.
“Gumregut nyawiji berarti kita semua harus rukun,” ujarnya.
Bagi Sumarno, suasana santai dalam kegiatan tersebut justru menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat mengenal kembali kawasan PRPP dan Maerokoco. (*)
Editor: Farah Nazila





