Jateng

Upayakan Peserta BPJS PBI Nonaktif Tercover APBD, Pemkab Semarang Bakal Sinkronisasi Data JKN

×

Upayakan Peserta BPJS PBI Nonaktif Tercover APBD, Pemkab Semarang Bakal Sinkronisasi Data JKN

Sebarkan artikel ini
BPJS PBI
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. (Bowo Pribadi/beritajteng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berkomitmen untuk menanggung sebagian peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang baru saja Pemerintah Pusat nonaktifkan.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkab akan segera melakukan sinkronisasi data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini bertujuan mendapatkan data riil peserta yang layak dialihkan pembiayaannya menggunakan APBD Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait penonaktifan 71.316 peserta BPJS PBI di wilayahnya.

BACA JUGA: Jutaan PBI JK Nonaktif, 17 Kabupaten/Kota di Jateng Bisa Reaktivasi Kartu dan Aktif dalam 1 x 24 Jam

Selanjutnya, Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan akan melakukan verifikasi dan cek silang data lapangan.

Di sisi lain, Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh RSUD maupun rumah sakit swasta di Kabupaten Semarang agar tidak menolak pasien BPJS PBI yang statusnya telah dinonaktifkan.

“Sesuai arahan Menteri Sosial, rumah sakit harus tetap memberikan pelayanan kepada pasien BPJS PBI. Pelayanan kesehatan masyarakat tidak boleh terhenti,” tegas Ngesti usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Ungaran, Rabu, 11 Februari 2026.

BACA JUGA: Siapkan Rp17 Miliar, Pemkab Semarang Bakal Cover Peserta BPJS Kesehatan PBI Tak Bisa Reaktivasi

Ngesti mengakui bahwa kemampuan fiskal daerah saat ini cukup terbatas. Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Semarang mengalokasikan sekitar Rp49 miliar untuk jaminan kesehatan warga kurang mampu. Angka ini lebih kecil ketimbang realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp53 miliar.

Meskipun membebani keuangan daerah, Pemkab Semarang tetap berupaya maksimal untuk meng-cover peserta PBI yang tidak bisa melakukan reaktivasi ke pusat.

“Target kami, hingga akhir tahun 2026 nanti, Kabupaten Semarang tetap mampu mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta,” pungkas Bupati. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp