SEMARANG, beritajateng.tv – Penonaktifan sekitar 1,6 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Jawa Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait akses layanan kesehatan.
Namun demikian, tidak semua daerah mengalami proses reaktivasi yang lama. Di 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah, kartu JKN peserta PBI JK yang nonaktif dapat diaktifkan kembali hanya dalam waktu satu hari.
Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari, menjelaskan bahwa kemudahan tersebut berlaku bagi daerah yang berstatus non cut-off. Yakni, wilayah yang pemerintah daerahnya memiliki komitmen anggaran kuat untuk menjamin pembiayaan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA: PBI JK Nonaktif di Jateng Sebanyak 1,6 Juta, BPJS Kesehatan Ungkap 17 Ribu Peserta Sudah Reaktivasi
“Di Jawa Tengah saat ini ada 17 pemerintah kabupaten/kota yang posisinya non cut-off. Artinya, kalau didaftarkan satu kali 24 jam melalui pemerintah daerah, kartunya bisa langsung aktif di kemudian hari,” ungkap Yessi saat beritajateng.tv temui di kantornya pada Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Yessi, mekanisme reaktivasi cepat ini sangat penting, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak, seperti pasien rawat inap maupun penderita penyakit berat atau katastropik.
Daftar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang Memungkinkan Reaktivasi PBI JK dalam 1 x 24 Jam
Adapun 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memiliki status non cut-off dan memungkinkan reaktivasi kartu PBI JK dalam 1×24 jam, antara lain Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kudus, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Semarang.
Di sisi lain, Yessi menyampaikan keprihatinannya terhadap 18 kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang masih berstatus cut-off. Pada wilayah tersebut, peserta PBI JK yang kartunya nonaktif harus menunggu hingga tanggal 1 bulan berikutnya agar kepesertaan kembali aktif dan bisa peserta gunakan.





