Jateng

Usai Simak Pidato Prabowo, Ahmad Luthfi: Kita Harus Dengar Apa yang Dirasakan Masyarakat

×

Usai Simak Pidato Prabowo, Ahmad Luthfi: Kita Harus Dengar Apa yang Dirasakan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
ahmad luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) usai menghadiri rapat paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden RI Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah untuk turun mendengarkan langsung suara masyarakat, terutama agar program pemerintah benar-benar sampai kepada rakyat.

“Justru saya bicara juga dengan pemda, pemprov, dan pemkab, tanya rakyat, dengarkan suara rakyat mereka yang pertama kali menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat,” ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pesan tersebut Prabowo sampaikan dalam pidato yang didengarkan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama DPRD Jawa Tengah dalam rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026.

Usai menghadiri rapat paripurna tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkap pesan utama pidato Prabowo yakni Pemprov harus bekerja keras untuk kepentingan masyarakat.

“Jadi gini, kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden yang intinya bahwa di 17 Agustus ini, 81 tahun Indonesia merdeka, beliau menyoroti terkait dengan MBG, jalan, kemudian jembatan, pendidikan, termasuk sosial juga, yang intinya kita harus bekerja keras untuk rakyat,” ujar Luthfi.

BACA JUGA: Singgung Tiga Kali Kalah Pilpres, Zulhas: Prabowo Ingin Luruskan Kembali Perjuangan Bung Karno dan Hatta

Luthfi menilai, pesan Prabowo tersebut juga menegaskan pentingnya Pemprov mengetahui secara langsung kondisi yang masyarakat rasakan.

“Artinya kita harus selalu mendengarkan terkait dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” katanya.

Luthfi Soroti Swasembada Pangan hingga Infrastruktur di Jateng, Sempat Prabowo Singgung

Selain soal pelayanan kepada masyarakat, Luthfi mengatakan Prabowo juga menyoroti capaian swasembada pangan secara nasional.

Ia menyebut, terdapat delapan bahan pokok penting yang telah menjadi bagian dari capaian swasembada pangan di wilayah Jawa Tengah.

“Kemudian yang tidak kalah pentingnya, beliau juga menyampaikan swasembada pangan, sudah delapan bahan pokok penting di antaranya adalah beras, jagung, cabai merah, cabai rawit, telur, kemudian ayam,” tutur dia.

Dalam hematnya, capaian tersebut bermuara pada tujuan utama Pemerintah RI, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi delapan bahan pokok penting sudah menjadi swasembada pangan untuk di wilayah kita. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, itu semuanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan pesan Prabowo tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan capaian pembangunan di Jawa Tengah.

Luthfi Klaim Kemiskinan Jateng Turun jadi 9,21 Persen

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi turutmemaparkan sejumlah capaian Jawa Tengah bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia mengatakan angka kemiskinan Jawa Tengah saat ini berada di level 9,21 persen, turun daripada 2025 yang tercatat 9,58 persen.

“Untuk di Jawa Tengah, perlu saya sampaikan bahwa Jawa Tengah di 17 Agustus, 81 tahun Indonesia merdeka, termasuk [umur] 81 [tahun] untuk Jawa Tengah, angka kemiskinan kita sudah menyentuh 9,21. Kita bandingkan dengan 2025 kemarin adalah 9,58, sekarang sudah 9,21,” ungkap Luthfi.

Luthfi menyebut, penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan kondisi masyarakat yang sebelumnya masuk kelompok desil 1 hingga 4. Di sisi lain, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga berada pada level 5,71 persen.

“Artinya 3,9 juta masyarakat kita sudah kita wisuda untuk tidak masuk desil 1, 2, 3, 4. Pertumbuhan ekonomi 5,71 di atas nasional, ini secara umum,” imbuh Luthfi.

Investasi Jateng Sentuh Rp98 Triliun hingga Triwulan I 2026, Serap Hampir 250 Ribu Tenaga Kerja

Lebih jauh, Luthfi mengatakan capaian ekonomi tersebut menjadi modal bagi Jawa Tengah untuk tetap optimistis di tengah berbagai tantangan. Adapun keterbatasan fiskal maupun kondisi geopolitik tidak menghalangi Jawa Tengah untuk terus menarik investasi.

“Sehingga kita tetap optimis di saat keterbatasan fiskal, kemudian geopolitik, Jawa Tengah menjadi tujuan investasi dunia termasuk nasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, Luthfi turut membandingkan capaian investasi dan serapan tenaga kerja Jawa Tengah pada 2025 dengan triwulan pertama 2026. Pada 2025, kata Luthfi, investasi yang masuk ke Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 257.000 orang.

“Ini terbukti, 2025 kita Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja 257.000,” jelasnya.

Sementara hingga triwulan I 2026, investasi yang masuk disebut telah mencapai Rp98 triliun dengan serapan tenaga kerja hampir menyamai capaian tahun sebelumnya.

“Untuk triwulan 1 2026 kita sudah mendapatkan Rp98 triliun dengan serapan kerja hampir menyerupai yaitu 250.000 masyarakat untuk ikut serta memiliki kesempatan kerja,” tutur Luthfi.

BACA JUGA: Sebut Dapur MBG Milik Polisi hingga Parpol, PMII Semarang Desak Prabowo Hentikan Semua Program Prioritas

Baginya, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Luthfi menambahkan, Pemprov bersama DPRD Jawa Tengah akan terus menjaga kerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini adalah capaian-capaian yang harus terus kita tingkatkan. Prinsip kebersamaan antara kita dengan Gus Yasin dan dengan DPRD selalu selaras dalam rangka menciptakan suatu pertumbuhan ekonomi yang sehat di masyarakat kita,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp