SEMARANG, beritajateng.tv – Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menggelar demo di depan Kantor DPRD Jawa Tengah, Rabu, 17 Juni 2026 sore.
Dalam aksi tersebut, mereka menilai program unggulan pemerintah itu belum memberikan dampak yang mereka janjikan kepada masyarakat kecil. Khususnya petani di pedesaan.
Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Semarang, Fardha Nihayatul Ulum, bahkan menyinggung pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya menyebut MBG tidak akan bubar karena pemiliknya adalah polisi, tentara, dan DPR.
Dari atas mobil komando, Fardha menyampaikan kritik tersebut di hadapan ratusan peserta aksi.
“Siapa pemilik MBG kawan-kawan? Polisi, tentara, DPR, partai-partai. Ironis sekali kawan-kawan, yang katanya produksi MBG diambil dari petani-petani kecil, nyatanya hari ini yang paling ditindas adalah petani-petani yang ada di desa,” seru Fardha dalam orasinya.
BACA JUGA: Pemprov Jateng 2 Kali Tak Temui Demonstran di Semarang, Gus Yasin: Pemerintah Sudah Buka Ruang Diskusi
Selain menyoroti MBG, Fardha juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang menurutnya semakin berat akibat kenaikan berbagai kebutuhan pokok.
Ia menilai persoalan ekonomi yang masyarakat rasakan saat ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai kebijakan pemerintah.
“Kita hanya mau menyampaikan kondisi masyarakat yang ada di arus bawah yang tidak pernah kalian lihat kondisinya,” ucap Fardha.
Tak cuma itu, Fardha turut menyindir pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang pernah menyebut dolar tidak terlalu berpengaruh bagi masyarakat desa. Menurutnya, realitas di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
“Kenyataannya harga bahan pokok naik, harga BBM naik, semua harga naik, kawan-kawan. Artinya dolar berguna atau tidak? Tetap tidak berguna, kata Prabowo. Ironis sekali bagi warga negara Indonesia ini,” lanjutnya.
PMII Singgung Pernyataan Kepala BGN soal Siapa Pemilik MBG
Usai berorasi, Fardha menjelaskan lebih lanjut alasan PMII Kota Semarang menyoroti program MBG dalam demonstrasi tersebut.





