Beberapa kasus yang pernah ia tangani meliputi dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, serta penyalahgunaan fasilitas kredit di Bank Tabungan Negara (BTN).
Setelah menjabat sebagai Jampidsus, Febrie kembali memimpin penanganan sejumlah kasus korupsi besar yang menjadi perhatian publik. Salah satunya ialah perkara korupsi proyek BTS 4G Bakti Kominfo yang melibatkan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate serta mantan Anggota III BPK Achsanul Qosasi.
Korupsi
Pada 2024, namanya juga sempat menjadi sorotan setelah muncul dugaan penguntitan oleh anggota Densus 88 ketika berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Insiden tersebut memunculkan berbagai spekulasi karena terjadi saat Kejaksaan Agung tengah menangani sejumlah kasus korupsi dengan nilai kerugian yang sangat besar.
Belakangan, perhatian publik terhadap Febrie kembali meningkat menyusul penggeledahan yang penyidik lakukan di sejumlah lokasi dalam rangka penyidikan tiga perkara korupsi.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan, sejumlah valuta asing, serta uang tunai dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Penggeledahan tersebut viral di berbagai sosial media terlebih lagi saat sejumlah barang bukti yang berhasil penyidik temukan dengan nilai fantastis. (*)





