News Update

Viral anak SD NTT Bunuh Diri Akibat Tidak Mampu Beli Buku, Begini Potret Kehidupannya

×

Viral anak SD NTT Bunuh Diri Akibat Tidak Mampu Beli Buku, Begini Potret Kehidupannya

Sebarkan artikel ini
Anak SD
Ilustrasi anak SD yang bunuh diri. Freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Kisah salah satu siswa SD kelas IV di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur cukup mengundang pilu.

Ia yang berinisial YBR kini meninggal dunia lantaran menggantung diri akibat rasa kecewa kepada ibunya karena tak mampu membelikannya buku tulis.

Sedangkan sang ibu hidup sendiri membesarkan anak-anaknya dengan pemasukan seadanya yang cukup buat makan sehari-hari.

BACA JUGA: Belajar Seru Bahasa Thailand di Semarang, Anak SDN Tugurejo 2 Antusias Ikuti Kelas Lintas Budaya

YBR sendiri kini tinggal bersama dengan neneknya di sebuah pondok kecil nan reot.

Berikut kisah kehidupan anak tersebut yang cukup menyayat hati bahkan menjadi tugas besar bagi para pemerintah untuk kesejahteraan anak bangsa ini.

Anak SD NTT Menggantung Diri

YBR tinggal di sebuah pondok bambu dengan ukuran yang terbilang kecil yakni sekitar 2×3 meter.

Tempat tersebut menjadi saksi kehidupan bagaimana ia menjalani kesehariannya sebelum akhirnya memilih untuk pergi selamanya.

Kondisi ekonomi sang ibu menuntutnya untuk terpisah mulai dari usia 1 tahun 7 bulan.

YBR tinggal bersama neneknya yang berusia kurang lebih 86 tahun di sebuah desa yang berbeda dengan ibunya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo, mengunjungi pondok tempat YBR tinggal bersama sang nenek.

Menurut Gerardus, kondisi hunian tersebut sangat memprihatinkan.

Pondok itu sepenuhnya terbuat dari bambu, termasuk bagian atapnya.

Di dalam ruangan yang sempit, terdapat tungku api untuk memasak yang letaknya berdekatan langsung dengan tempat tidur YBR dan neneknya. Seluruh aktivitas sehari-hari pun dilakukan di ruang yang sama.

BACA JUGA: Anak SD di Temanggung Diperkosa Ayah Pacar Berkali-kali, Diancam Sebar Foto Syur

Gerardus menilai pondok tersebut tidak memenuhi standar kelayakan untuk dihuni. Kehidupan YBR yang serba sederhana juga tergambar dari lokasi pemakaman terakhirnya.

Jenazah bocah itu dikebumikan di area belakang pondok, tidak jauh dari tempat ia menjalani keseharian.