Viral

Anak SD NTT Bunuh Diri Tinggalkan Sepucuk Surat, Isinya Bikin Nyesek

×

Anak SD NTT Bunuh Diri Tinggalkan Sepucuk Surat, Isinya Bikin Nyesek

Sebarkan artikel ini
Anak SD NTT gantung diri
Anak SD NTT bunuh diri tinggalkan surat. Freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Kisah seorang siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengundang rasa duka mendalam.

Bocah berinisial YBR tersebut meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya akibat kekecewaan kepada sang ibu yang tidak mampu membelikannya buku tulis.

Sementara itu, ibunya menjalani kehidupan seorang diri dalam membesarkan anak-anaknya dengan penghasilan yang sangat terbatas, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

BACA JUGA: LBH Semarang Ungkap Kejanggalan Penangkapan Massal Usai Demo Semarang

Kepergiannya dengan cara tragis cukup mengundang banyak perhatian karena ia tinggalkan sepucuk surat untuk mamahnya.

Isi surat tersebut merupakan pesan terakhir dari YBR sebelum akhirnya memilih pergi dengan cara menggantung diri.

Berikut isi surat anak SD NTT dengan menggunakan bahasa Ngada.

KERTAS TII MAMA RETI, MAMA GALO ZEE, MAMA MOLO JA’O, GALO MATA MAE RITA EE MAMA, MAMA JAO GALO MATA, MAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EE, MOLO MAMA.

Artinya,

SURAT BUAT MAMA RETI, MAMA SAYA PERGI DULU, MAMA RELAKAN SAYA PERGI (MENINGGAL), JANGAN MENANGIS YA MAMA, MAMA SAYA PERGI (MENINGGAL), TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA, SELAMAT TINGGAL. MAMA.

YBR tinggal di sebuah pondok bambu dengan ukuran yang terbilang kecil yakni sekitar 2×3 meter.

Tempat tersebut menjadi saksi kehidupan bagaimana ia menjalani kesehariannya sebelum akhirnya memilih untuk pergi selamanya.

Kondisi ekonomi sang ibu menuntutnya untuk terpisah mulai dari usia 1 tahun 7 bulan.

YBR tinggal bersama neneknya yang berusia kurang lebih 86 tahun di sebuah desa yang berbeda dengan ibunya.

BACA JUGA: Anak SD di Temanggung Diperkosa Ayah Pacar Berkali-kali, Diancam Sebar Foto Syur

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada, Gerardus Reo, mengunjungi pondok tempat YBR tinggal bersama sang nenek.