SEMARANG, beritajateng.tv – Viral di media sosial video yang menarasikan dugaan teror paku di Jalan Raya Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Peristiwa tersebut memicu keresahan di kalangan pengendara karena ԁisebut menyebabkan ban kendaraan, khususnya sepeda motor, kerap bocor saat melintas di kawasan tersebut.
Salah satu unggahan yang ramai ԁiperbincangkan berasal dari akun Instagram @beritasemaranghariini. Dalam unggahan itu terlihat mobil yang terkena ranjau paku yang beralaskan sandal. Di video tersebut tertulis narasi, “Teror sandal berpaku resahkan pengendara.”
Pantauan beritajateng.tv di sepanjang Jalan Raya Simongan pada Kamis, 2 Juli 2026 sore, belum ada pengendara yang mendorong kendaraannya karena ban bocor tertusuk paku.
BACA JUGA: Semarang Kota Banjir Sejak Dulu, Monumen Simongan Jadi Saksi Tragedi Air Bah Mematikan
Meski demikian, sejumlah warga mengaku sering menyaksikan pengendara motor mengalami ban bocor setelah melintas di lokasi tersebut, terutama dari arah barat menuju selatan.
Wahyudi, seorang pengendara yang rutin singgah di kawasan Simongan selama dua bulan terakhir, juga mengaku sering melihat pengendara motor menuntun kendaraannya akibat ban bocor.
“Kalau mobil saya belum pernah lihat. Tapi motor hampir setiap hari ada, bisa empat sampai lima motor yang menuntun karena ban bocor,” katanya saat beritajateng.tv temui di sekitar SPBU Simongan.
“Biasanya yang arah barat, dari Pasar Simongan, ke arah sana [Sam Poo Kong]. Kalau yang [arah] sebaliknya jarang, sih,” ungkapnya.
Nyaris Setiap Pekan Ada Pemotor Alami Ban Bocor Kena Paku di Jalan Raya Simongan
Sementara itu, seorang pedagang angkringan di Jalan Raya Simongan, Sima, mengatakan hampir setiap pekan ada pengendara yang berhenti di warungnya setelah motornya mengalami ban bocor akibat terkena paku.
“Entah memang ada yang menyebar atau bukan, saya kurang tahu. Tapi memang sering ada yang kena paku. Tadi malam saja ada dua orang yang menuntun motornya lalu berhenti di sini untuk istirahat sambil minum teh,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian tersebut lebih sering terjadi pada malam hari. Bahkan, dalam sehari ia pernah melihat hingga lima pengendara mengalami kejadian serupa.
“Saya sering lihat kalau malam. Kalau siang jarang tahu karena baru buka sore,” kata Sima.
Keterangan serupa ԁisampaikan Rini, warga yang mengaku kawasan tersebut memang kerap menjadi lokasi ban kendaraan bocor.
“Kalau sore sampai malam hampir setiap minggu ada yang kena. Saya juga khawatir karena setiap pagi lewat sini ke pasar, bahkan pernah mengalami sendiri,” ungkapnya.
BACA JUGA: Zulhas Tinjau Pasar Simongan, Pastikan Stok Pangan Awal 2026 Aman
Menanggapi video yang viral, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan meningkatkan patroli di kawasan Jalan Raya Simongan.
“Terkait video tersebut kami sudah melakukan monitoring. Kemarin juga kami telah menyampaikan kepada tim piket untuk meningkatkan kegiatan patroli di wilayah tersebut,” kata Riki saat ԁihubungi pada Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menyayangkan apabila benar terdapat oknum yang dengan sengaja menyebarkan paku untuk membahayakan pengguna jalan.
“Kami tentu menyayangkan apabila ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan hal tersebut. Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan pelaku penyebar paku agar segera melaporkan kepada kepolisian,” ujarnya.
Menurut Riki, laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus penindakan.
“Kami akan terus meningkatkan upaya preventif, mencari informasi dari masyarakat, dan menurunkan personel untuk menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu yang berniat mencelakai orang lain,” jelasnya.
Selain patroli, polisi juga akan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi apabila tersedia. “Apabila terdapat CCTV di sekitar lokasi, kami akan melakukan pengecekan. Rencana pemeriksaan rekaman CCTV juga sudah kami siapkan untuk membantu proses penyelidikan,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





