SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik dan isu perubahan iklim, SD Negeri Purwoyoso 04 Semarang memilih memulai perubahan dari langkah sederhana.
Seluruh siswa, guru, hingga tenaga kependidikan punya cara unik, yakni lewat gerakan bawa tumbler atau botol minum isi ulang setiap hari. Hal ini menjadi langkah kecil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kebiasaan tersebut kini menjadi bagian dari budaya sekolah sekaligus mengantarkan SD Negeri Purwoyoso 04 meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada 2026.
Sebelumnya, sekolah ini lebih dulu memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Semarang pada 2024 dan Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah pada 2025.
Bagi pihak sekolah, keberhasilan itu bukan semata tampak dari penghargaan yang mereka raih. Melainkan dari perubahan perilaku peserta didik yang semakin peduli terhadap lingkungan.
Ketua pelaksana kegiatan lingkungan sekolah, Paorongan, S.Pd.K., mengatakan gerakan bawa tumbler ini menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Pembiasaan yang konsisten akan membentuk karakter anak. Melalui kebiasaan membawa tumbler, siswa belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sekaligus memahami pentingnya mengurangi sampah plastik sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan tumbler mampu mengurangi ketergantungan siswa terhadap minuman dalam kemasan plastik. Terlebih, selama ini sampah plastik menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di lingkungan sekolah.
BACA JUGA: 1.646 Bangku SD Negeri di Semarang Kosong, DPRD Minta Pemetaan dan Evaluasi Menyeluruh
Kebiasaan tersebut juga terlaksana dalam setiap kegiatan sekolah, termasuk acara yang melibatkan orang tua dan masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari pendidikan lingkungan yang tidak hanya sekolah berikan melalui teori di dalam kelas. Tetapi juga dipraktikkan secara langsung.
Setiap siswa harus memahami bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki dampak terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala SD Negeri Purwoyoso 04 Semarang, Dr. Vanda Estetika Siswandari, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan harus mampu membentuk karakter peserta didik, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.





