Sebaliknya, kepada pihak sekolah untuk dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum paket MBG yang diterima diberikan kepada para siswa.
Masih menurut Robby, menyiapkan 3.000-an porsi makanan merupakan jumlah yang sangat banyak. Namun kualitasnya juga harus jadi perhatian.
Maka wali kota menegaskan tidak ada permaafan jika sampai ada yang terlewat sortiran. Entah itu busuk, basi atau bahkan ada ulat dan sebagainya.
“Apapun itu, sudah menjadi tanggung jawab SPPG yang sudah menyanggupi untuk menyediakan makanan yang sehat, bergizi dan berkualitas,” tegasnya.
Ketua Satgas MBG Kota Salatiga, Nina Agustin menambahkan, setiap SPPG di Kota Salatiga harus menjaga kebersihan dan kesterilan dapur MBG.
BACA JUGA: Senator Jateng Kritik MBG Kering Ramadan: Namanya Makan Bergizi, Maka Lauknya Harus Bergizi
Selain itu dan yang paling utama adalah menjaga kualitas makanan yang di produksi serta memastikan keseimbangan gizi dan nutrisinya.
Setiap satu tahun masing-masing dapur SPPG akan ada evaluasi. Apakah dapur SPPG tersebut sudah sesuai standar juknis yang di tetapkan dalam MBG.
Jika memang tidak ada perbaikan maka juga akan ada konsekuensinya. “Kalau tidak ada perbaikan, secara sepihak diputus kontraknya.” tandas Wakil Wali Kota Salatiga ini. (*)
Editor: Farah Nazila





