Jateng

Wali Kota Akui Butuh Anggaran Besar untuk Tambah Feeder Trans Semarang ke Permukiman

×

Wali Kota Akui Butuh Anggaran Besar untuk Tambah Feeder Trans Semarang ke Permukiman

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Akui Butuh Anggaran Besar untuk Tambah Feeder Trans Semarang ke Permukiman
Feeder Trans Semarang. (Foto: Trans Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya memperluas layanan feeder Trans Semarang hingga menjangkau kawasan permukiman warga menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Dorongan dari DPRD agar transportasi massal lebih mudah masyarakat akses namun persoalan anggaran masih menjadi tantangan utama.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui pemerintah ingin menambah jaringan feeder agar masyarakat tidak perlu berjalan jauh menuju koridor utama.

“Kami ingin feeder ini bisa menjangkau lebih dekat ke permukiman. Saya mau, betul. Tapi untuk membiayai feeder-feeder ini kita membutuhkan anggaran. Pertanyaannya, fiskal kita cukup atau tidak?” ujar Agustina di Balaikota, Senin 2 Maret 2026.

Menurutnya, layanan feeder berbeda dengan koridor utama yang memiliki jumlah penumpang lebih besar. Feeder berfungsi sebagai penghubung dari lingkungan permukiman menuju halte atau subterminal utama.

BACA JUGA: Kaji Ulang Rute Armada Feeder Trans Semarang, Dishub: Akan Kami Rerouting

“Feeder itu sifatnya pelayanan publik. Tidak bisa ditopang hanya dari tiket. Pemerintah harus hadir membiayai karena kalau mengandalkan pendapatan penumpang saja tidak cukup,” jelasnya.

Agustina menyebut penambahan armada feeder tetap menjadi prioritas, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ia berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat agar pemerintah memiliki ruang fiskal lebih luas.

“Doakan saja PAD kita naik banyak sehingga kita punya keleluasaan menambah feeder. Sekarang jumlahnya masih terbatas. Sementara banyak angkutan milik masyarakat yang sudah tidak lagi menguntungkan. Pemerintah memang harus mulai mengambil peran lebih besar,” katanya.

DPRD Dorong Akses 500 Meter dari Rumah

Sebelumnya, DPRD Kota Semarang menilai sektor transportasi massal sudah menunjukkan kemajuan, namun aksesibilitas masih perlu diperluas. Evaluasi setahun kepemimpinan Agustina–Iswar mencatat bahwa kebijakan tarif gratis Trans Semarang bagi pelajar, mahasiswa, dan lansia menjadi langkah positif untuk mendorong peralihan ke transportasi umum.

Anggota DPRD Kota Semarang, Dini, mengapresiasi peremajaan sekitar 130 armada serta mulai beroperasinya bus listrik di Koridor 1.