Wali Kota Semarang Soroti Soal Stunting dan Penanganannya

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi beserta jajaran Forkopimda Kota Semarang.

Semarang, 2/3 (BeritaJateng.tv) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta untuk jajarannya melakukan upaya yang extraordinary dalam kaitan pembangunan manusia di wilayah ibu kota Jawa Tengah. Dirinya pun meminta untuk hari jadi Kota Semarang yang ke-475 disambut dengan berbagai inovasi program, yang langsung dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pembukaan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-475 tahun Kota Semarang, Rabu (2/3) di halaman Balaikota.

Adapun Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun mengaku bersyukur, dimana wilayah yang dipimpinnya telah berhasil mencatatakan berbagai capaian positif di tengah pandemi yang belum usai.

“Allah memberikan cobaan berupa pandemi Covid-19 karena Allah meyakini bahwa manusia mampu menghadapi cobaan tersebut. Jadi munculnya pandemi Covid adalah sebuah pengalaman baru buat kita semuanya. Bagaimana kemudian kita dipaksa untuk belajar memerangi virus yang namanya Corona-19,” tuturnya.

Namun meski begitu, dirinya menegaskan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikejar. Menurutnya, jika mengikuti komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang digunakan sebagai tolok ukur saat ini, maka ada tiga hal yang harus jadi fokus utama, yaitu ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

“Terima kasih, walaupun saat ini kita masih menghadapi pandemi, namun kita mampu mencatatkan sejumlah capaian positif terkait Indeks Pembangunan Manusia di Kota Semarang, yang naik dari 83,05 di tahun 2020 menjadi 83,55 di tahun 2021,” ungkap Hendi.

“Alhamdulillah terkait komponen ekonomi, kita bisa mendorong lompatan yang luar biasa, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16% di 2021, yang sebelumnya -1,85% di 2020. Dan saya harap untuk pembangunan manusia di komponen kesehatan dan pendidikan kita juga bisa melakukan upaya yang extraordinary,” tegasnya.

Salah satu upaya pembangunan manusia yang disoroti Hendi adalah terkait angka stunting di Kota Semarang, dimana juga menjadi salah satu kondisi yang terdampak pandemi. “Tahun 2019 angka stunting Kota Semarang 2,57%, lalu setelah pandemi di 2020 naik menjadi 3,13%, dan kemudian saat ini 3,10%, hanya turun 0,03%. Maka ini perlu upaya khusus,” tekan Wali Kota Semarang tersebut.

“Maka hari jadi Kota Semarang janganlah menjadi seremonial saja, tetapi harus disambut dengan berbagai program yang konkrit menyentuh masyarakat. Misalnya untuk mengatasi stunting, di bulan Maret ini kita mulai pembagian pemberian makanan tambahan dan susu untuk balita yang masuk kategori stunting.” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam pun memastikan telah memulai program pemberian makanan tambahan (PMT) sesuai arahan Hendi selaku Wali Kota Semarang. “Kita sudah mulai tanggal 1 Maret untuk PMT, untuk anggarannya sendiri sekitar 3 milyar, sedangkan untuk susu sekitar 3,7 milyar di Dinas Ketahanan Pangan,” tutur Hakam.

Di sisi lain, Hendi juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Semarang untuk terus merapatkan barisan guna menjadikan Kota Semarang semakin hebat. “Mari terus kita kawal. Potret tahun ini harus kita perbaiki di tahun depan, semuanya harus mendukung supaya Semarang semakin hebat,” tegasnya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.