Jateng

Warga Keluhkan Jalan Kalipancur Rusak Parah, Truk Tambang Jadi Penyebabnya

×

Warga Keluhkan Jalan Kalipancur Rusak Parah, Truk Tambang Jadi Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Warga Keluhkan Jalan Kalipancur Rusak Parah, Truk Tambang Jadi Penyebabnya
DPU Kota Semarang melakukan perbaikan dan pengaspalan Jalan Kalipancur yang rusak parah akibat truk tambang yang kerap melintas. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kerusakan Jalan Kalipancur dan Jalan Abdulrahman Saleh yang ramai masyarakat keluhkan di media sosial akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Semarang.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mulai mempercepat penanganan dengan metode perbaikan sesuai tingkat kerusakan di setiap titik.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan sebagian ruas Jalan Candi Penataran Raya di kawasan Kalipancur telah selesai perbaikan dan pengaspalan. Sementara titik-titik yang mengalami kerusakan lebih berat kini pihaknya persiapkan untuk menjalani rekonstruksi agar kualitas jalan lebih kuat dan tahan lama.

“Kami tidak menyamaratakan penanganan. Semua pekerjaan berdasarkan hasil survei teknis di lapangan sehingga metode perbaikannya kami sesuaikan dengan kondisi masing-masing ruas jalan,” ujar Suwarto, Minggu, 19 Juli 2026.

Menurutnya, kerusakan ringan DPU tangani melalui penutupan lubang atau patching. Sedangkan kerusakan sedang hingga berat memerlukan perbaikan struktur perkerasan bahkan rekonstruksi total sebelum pengaspalan.

“Untuk kerusakan berat, kami melakukan penggalian badan jalan, memasang cerucuk bambu sebagai penguat, kemudian mengisi lapis pondasi agregat sebelum akhirnya pengaspalan. Langkah ini agar jalan lebih kuat menahan beban kendaraan,” jelasnya.

DPU juga memastikan Jalan Abdulrahman Saleh segera mendapat penanganan. Perbaikan akan berfokus pada ruas di depan SMP H. Isriati yang menjadi salah satu titik dengan tingkat kerusakan cukup tinggi.

Dari hasil evaluasi lapangan, DPU menemukan salah satu penyebab utama kerusakan berasal dari tingginya intensitas kendaraan pengangkut material yang setiap hari melintas menuju kawasan galian di Kalipancur.

Beban kendaraan bertonase besar dinilai mempercepat penurunan kualitas jalan sehingga umur konstruksi menjadi lebih pendek dari kondisi normal.

Karena itu, selain memperbaiki ruas jalan, Pemkot Semarang juga mulai berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terhadap lalu lintas kendaraan angkutan material agar kerusakan serupa tidak terus berulang.

“Kami tidak hanya memperbaiki dampaknya, tetapi juga berupaya menangani penyebabnya. Koordinasi dengan pihak terkait terus agar kondisi jalan bisa lebih terjaga,” kata Suwarto.