Jateng

Warga Pati Dominasi Penolakan Paspor di Jateng, Imigrasi Ungkap Alasannya

×

Warga Pati Dominasi Penolakan Paspor di Jateng, Imigrasi Ungkap Alasannya

Sebarkan artikel ini
Paspor Jateng
Ilustrasi paspor Indonesia. (ant)

“Jika pemohon terlihat sangat gugup atau performanya tidak meyakinkan, hal itu akan terlihat dari jawabannya. Dari pertanyaan-pertanyaan petugas, biasanya yang bersangkutan justru terungkap sendiri bahwa akan bekerja tanpa prosedur. Setelah itu, kami jelaskan temuan tersebut,” paparnya.

Untuk memperkuat pencegahan TPPO, Imigrasi Jawa Tengah juga telah membentuk 44 desa binaan di sejumlah kabupaten dan kota. Melalui program ini, sebanyak 39 petugas imigrasi pembina desa (Pimpasa) diterjunkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan TPPO, termasuk risiko penyelundupan orang ke luar negeri.

BACA JUGA: 19 Kecamatan Kini Punya Camat Definitif, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Para petugas Pimpasa ternilai mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. Meski demikian, Haryono menekankan pentingnya terus mengintensifkan sosialisasi terkait aturan keimigrasian.

“Termasuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pencegahan TPPO melalui peningkatan kewaspadaan, deteksi dini, serta edukasi mengenai berbagai modus yang kerap pelaku gunakan,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp