Ia mengungkapkan, sejumlah pejabat dan instansi terkait sudah beberapa kali meninjau lokasi longsor, termasuk saat Ganjar Pranowo masih menjabat Gubernur Jawa Tengah. Namun hingga kini, ia merasa belum ada penanganan nyata yang bisa menghentikan atau mengurangi dampak longsor.
“Datang, lihat, foto-foto. Setelah itu ya sudah. Kami hanya bisa pasrah,” ucap Wahono.
BACA JUGA: Rumah Warga Nyaris Menggantung Akibat Longsor, Pemkab Semarang Kucurkan Bantuan Dana
Sementara itu, Solikin (46), warga Dusun Bandungan lainnya, menyoroti kerusakan infrastruktur akibat longsor yang semakin mengkhawatirkan. Pergerakan tanah telah memutus akses utama jalan Ungaran–Mranggen menuju Kabupaten Demak, sekaligus memperbesar ancaman terhadap permukiman warga.
“Panjang area longsor sekarang sudah sekitar 200 meter, dengan kedalaman jurang bisa mencapai 100 meter. Dua pekan terakhir hujan deras terus, longsor makin meluas dan makin dekat ke rumah warga,” tegasnya.
Dengan kondisi pergerakan tanah yang masih aktif, warga Dusun Bandungan kini hanya bisa berharap adanya langkah penanganan konkret dari pemerintah, sebelum longsor benar-benar merenggut rumah dan mata pencaharian mereka. (*)
Editor: Farah Nazila




