Pendidikan

Waswas Nama Calon Murid Rawan Tergeser di Jurnal SPMB 2025, Ortu Minta Solusi Alternatif ke Sekolah

×

Waswas Nama Calon Murid Rawan Tergeser di Jurnal SPMB 2025, Ortu Minta Solusi Alternatif ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
Jurnal SPMB 2025
Salah satu orang tua murid yang mengunjungi Posko SPMB 2025 di Aula SMAN 1 Semarang, Kota Semarang, Selasa, 17 Juni 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Artinya data yang tidak bergerak itu besok jam 17.00, penutupannya seperti itu. Boleh pindah ke SMK, caranya batal dulu pilihannya baru pindah ke sana, sebelum pindah kan lihat jurnalnya dulu. Pilihan sekolahnya hanya satu, tapi boleh batal-pindah, batal-pindah,” jelasnya.

Saat disinggung apakah calon murid bisa pindah jalur, seperti jalur domisili ke prestasi, Dhidik mengungkap kemungkinan perpindahannya. Ia pun menyebut setiap calon murid mempunyai dua jalur, yakni domisili dan prestasi.

BACA JUGA: 320 Ribu Calon Murid SMAN/SMKN di Jateng Bertarung di SPMB 2025, 8 Ribuan Tak Bisa Daftar Negeri

“Bisa, sejatinya setiap siswa punya dua jalur, karena dia punya nilai maka jalur prestasi, dia punya KK maka jalur domisili. Yang perlu dicek dulu, apakah dia memenuhi syarat domisili atau tidak, katena harus minimal satu tahun KK dan statusnya harus anak, jadi gak ada dititipkan,” tegasnya.

Jika syarat itu terpenuhi, maka calon murid mempunyai dua pilihan jalur, baik domisili maupun prestasi.

“Kalau di domisili bergeser atau khawatir, tapi nilainya masih masuk dan aman di jalur prestasi, maka bisa batal pendaftaran atau pilihan, kemudian ubah ke jalur prestasi, begitu sebaliknya. Kalau nama berada di jurnal berarti aman untuk saat ini,” tegasnya.

Jelang penutupan pendaftaran jadi waktu krusial pergeseran nama di jurnal SPMB 2025

Lebih lanjut, Dhidik mengungkap krusialnya pergeseran nama di jurnal SPMB 2025 pada detik-detik terakhir.

“Kalau dilihat dari sistem sangat krusial detik-detik terakhir. Kami sebagai panitia tidak bisa menjawab pasti, bahkan kami tidak bisa ngasih solusi kapan harus stay atau berpindah. Update real time jurnal ada waktunya juga dan setiap update itu kita gak tahu berapa siswa batal dan pindah,” paparnya.

Bisa jadi, kata Dhidik, nama-nama calon murid yang berada di posisi terbawah melakukan pindah sekolah di detik-detik terakhir. Namun ia menegaskan, pembaruan jurnal SPMB 2025 itu membutuhkan waktu, bukan real time.