1.078 Personil Gabungan Amankan Ibadah Natal dan Perayaan Tahun Baru di Semarang

Ibadah Natal di GPIB Immanuel Semarang (Gereja Blenduk). /Foto: Ellya.

SEMARANG, 24/12 (BeritaJateng.tv) – Kelancaran ibadah Natal jadi fokus pengamanan persiapan Natal dan pergantian tahun di Kota Semarang. Sebanyak 1.078 personil dari Polrestabes Semarang, Kodim 0733 Semarang dan Pemrintah Kota (Pemkot) Semarang bersama ormas diterjunkan untuk mengamankan kelancaran ibadah Natal hingga pergantian tahun.

Dikatakan Wakapolrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, personil gabungan itu akan bertugas di 20 gereja yang diprioritaskan dalam pengamanan Natal.

Beberapa gereja tersebut adalah Gereja Katedral, Gereja Theresia, Gereja Blenduk, Gereja Keluarga Kudus.

Gereja Kristen Indonesia, HKBP, Athanasius Agung, Kerajaan Injil, Gereja Katolik Hati Kudus.

Gereja Katolik Santo Yusuf, Isa Almasih Dr Cipto dan Pringgading, Bethany, Alfa Omega Tengah, GKI Bringin Tengah.

GKI Karang Saru, Gereja Santo Paulus, Gereja Santo Petrus, Gereja ST Maria Fatima dan Gereja Katolik ST Petrus di Mijen.

“Di 20 gereja itu akan dibangun pos pengamanan prioritas yang diisi personil lengkap,” ucapnya.

Tak hanya pos pengamanan prioritas saat Natal, pos pelayanan juga akan ditempatkan di lima titik.

Titik pos pelayanan itu ada di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Pelabuhan Tanjung Emas. Stasiun Tawang, Poncol dan rest area 424 B.

Sementara pos terpadu bakal ditempatkan di Gate Tol Kalikangkung dan Simpang Lima Semarang.

“Total ada 21 pos saat Natal hingga pergantian tahun. Untuk lokasi konsentrasi massa ada Marina, PRPP, Taman Tabanas, Simpang Lima dan lokasi yang acapkali jadi tempat berkumpul massa saat pergantian tahun,” terangnya.

Menyoal perizinan untuk mengadakan acara saat pergantian tahun, AKBP Ardy menuturkan masyarakat bisa mengajukan surat permohonan ke Polrestabes Semarang.

Surat tersebut berisi daftar susunan penyelenggara hingga lokasi penyelenggaraan acara.

Serta mendapatkan rekomendasi dari kepolisian setempat terkait penyelenggaraan acara.

“Jika melibatkan Warga Negara Asing (WNA) wajib melampirkan dokumen WNA tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0733 Semarang, Kolonel Inf Honi Havana, menuturkan, di Kota Semarang ada 170 gereja namun yang diprioritaskan 20 gereja.

Antisipasi juga wajib dilakukan untuk kelancaran ibadah Natal, karena beberapa kejadian teror menyasar gereja.

Untuk itu jajaran Kodim berupaya semaksimal mungkin mempertebal pengamanan.

“Kami juga akan meminta bantuan perkuatan ke Panglima TNI, mungkin dari Arhanud maupun Raider untuk memaksimalkan pengamanan ibadah Natal di Kota Semarang,” tambahnya. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan