11 Jabatan Tinggi Pratama Pemkot Semarang Kosong Mulai Dilelang

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris. /Ellya.

SEMARANG, 14/3 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota Semarang menggelar seleksi terbuka pengisian jabatan tinggi pratama yang kosong. Proses Pengunguman dan pendaftaran telah dilakukan pertengahan hingga akhir Februari lalu.

Saat ini proses masuk tahapan tes psikologi atau tes assessment. Total ada 45 pendaftar dari lingkungan Pemkot Semarang dan dari luar. Hasilnya satu orang tidak lolos seleksi administrasi.

“Ada 11 jabatan yang kosong dan dilelangkan, kemarin ada 45 pendaftar namun satu orang tidak lolos seleksi administrasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris.

Haris menjelaskan Sekretaris Dewan, Kelapa Dinas Penataan Ruang, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Sosial.

Staf Ahli Wali Kota bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Staf Ahli Wali Kota bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

“Satu orang tidak lolos karena tidak melaporkan harta kekayaannya dalam laporan harta kekayaan penyelenggaran negara (LHKPN). Saat ini sedang dilakukan tes assessment psikologi dengan menggandeng Unika Soegijapranata,” tuturnya.

Setelah tes assessment, lanjut Haris akan dilanjutkan uji gagasan tertulis atau penulisan makalah. Peserta diwajibkan membuat makalah dengan berbagai kegiatan inovatif untuk mencapai visi misi Penerintah Kota Semarang.

“Lalu peserta akan mengikuti uji gagasan lisan dengan memaparkan makalah yang telah dibuat. Apakah bisa memaparkan program yang dibuat,” jelasnya.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin menambahkan, peserta yang terpilih mengisi kekosongan jabatan diharapkan bisa berkomunikasi secara baik dengan seluruh pihak.

“Mereka harus mengimplementasikan program dari Pak Wali, intinya tidak ada lagi dinas basah dinas kering,” tegasnya.

Kepala OPD, kata dia, juga diharuskan bisa berinovasi, agar kinerja bisa terlihat. ” Seleksi ini dilalukan secara terbuka. Dari luar atau pun Pemkot Semarang kesempatan dan tahapannya sama,” pungkasnya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.