Gaya Hidup

20 Tahun Sanggar Tari Tresna Budaya Vakum, Kini Kembali Bangkit Berkat Dana Operasional RT Rp25 Juta

×

20 Tahun Sanggar Tari Tresna Budaya Vakum, Kini Kembali Bangkit Berkat Dana Operasional RT Rp25 Juta

Sebarkan artikel ini
20 Tahun Sanggar Tari Tresna Budaya Vakum, Kini Kembali Bangkit Berkat Dana Operasional RT Rp25 Juta
Foto dokumentasi Sanggar Tari Tresna Budaya Krapyak Semarang. (Doc. Humas)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sanggar Tari Tresna Budaya, sebuah wadah seni warga kelurahan Krapyak yang 20 tahun lebih vakum, kini bangkit kembali berkat program dana operasional RT Rp25 juta.

Pemerintah kota (Pemkot) Semarang melalui program dana operasional RT Rp25 juta rupanya mampu menjadi langkah warga RT 02 RW IV kelurahan Krapyak dalam melestarikan budaya lokal.

Bantuan operasional tersebut untuk menghidupkan kembali Sanggar Trisna Budaya yang pernah populer sejak tahun 1970-an dan sempat vakum.

Ketua RW IV Kelurahan Krapyak, Tri Subekso menjelaskan, bahwa sanggar ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangan kesenian di wilayahnya.

BACA JUGA: RT Se-Kota Semarang Senang Dana Operasional Rp25Juta Cair, Bank Jateng Tambah Kas Tiga Kali Lipat

“Sanggar Trisna Budaya sudah ada sejak era 70-an dengan pementasan wayang orang. Pernah vakum cukup lama. Namun semangat pendahulu kami memantik generasi sekarang untuk menghidupkannya kembali,” jelas Tri Subekso.

Menurut Tri, keberadaan sanggar ini sangat penting sebagai wadah seni bagi warga, khususnya anak-anak dan remaja. Terlebih untuk menyalurkan bakat seni serta menjaga denyut nadi kebudayaan di kampung.

Dari dana operasional RT, rupanya Sanggar Tari Tresna Budaya bisa kembali beraktivitas dan eksis menggaet anak-anak dan remaja kampung untuk berkesenian.

20 Tahun Sanggar Tari Tresna Budaya Vakum, Kini Kembali Bangkit Berkat Dana Operasional RT Rp25 Juta
Anak-anak dan remaja berlatih menari di Sanggar Tari Tresna Budaya Krapyak Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Anak-anak bisa mulai berlatih menari. Bahkan saat pembukaan perdana sanggar ini, tercatat 25 anak mengikuti latihan tari,”

Senada, Ketua RT 02 RW IV Krapyak, Lilik Supramono menyebut pemanfaatan dana RT Rp25 juta ini merupakan hasil rembug warga.

“Kami memutuskan menggunakan dana operasional RT untuk pelatihan tari. Ini sekaligus menjawab impian Pak RW agar sanggar budaya hidup kembali setelah lama vakum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga karena memberi alternatif aktivitas bagi anak-anak di luar sekolah dan gadget.

“Warga sangat setuju, karena kegiatan ini membantu anak-anak punya kesibukan yang positif sekaligus melestarikan budaya. Kami berterima kasih kepada Ibu Walikota yang telah memberikan program bantuan operasional Rp25 juta ini,” imbuhnya.

Lewat bantuan operasional tersebut, warga Krapyak berharap sanggar budaya dapat menjadi pusat kegiatan seni sekaligus menjaga warisan budaya lokal. Bahkan, mereka menargetkan karya anak-anak sanggar bisa tampil dalam agenda budaya Grebek Subali di akhir tahun. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp